Tangerang— Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian gelar kuliah umum bertemakan Diversifikasi Pangan melalui Konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Kamis 5 September 2024 di Auditorium PEPI.
PEPI bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS) bersinergi mengedukasi pola konsumsi generasi muda pada program B2SA goes to campus. Kuliah umum dibawakan oleh Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto dan Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA Rinna Syawal.
Andriko menyatakan generasi muda memiliki peran dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Dirinya mengatakan saat ini banyak dari anak-anak sekarang masih terpaku pada pola pikir makan asal kenyang, tanpa memikirkan keseimbangan asupan gizinya. Oleh karena itu, Gerakan konsumsi pangan B2SA ini harus terus disuarakan sehingga masyarakat mampu mengubah pola konsumsi yang saat ini masih didominasi sumber karbohidrat tertentu, menjadi lebih seimbang, dan dapat hidup sehat, aktif, dan produktif.
“Setelah ini Mahasiswa bergerak mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal untuk mewujudkan kemandirian pangan” ujar andriko saat memberikan arahan kuliah umum.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, Rinna Syawal turut menyampaikan terbatasnya keberagaman pangan yang dikonsumsi masyarakat serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya nilai gizi. Sehingga peningkatan pengetahuan dan edukasi kepada generasi muda akan pentingnya konsumsi pangan B2SA menjadi langkah strategis untuk mengubah pola pikir makan asal kenyang.
“Jangan hanya konsumsi makanan cepat saji yang minim nutrisi, padahal banyak sumber daya pangan di sekitar yang kaya gizi dan bisa kita manfaatkan dengan mudah. You are what you eat. Kesehatan kita dan generasi selanjutnya adalah manifestasi dari apa yang kita makan sekarang. Kualitas pangan yang kita konsumsi adalah pondasi bagaimana generasi selanjutnya akan dibentuk. Jangan sampai masih ada anak cucu kita yang stunting karena generasi sekarang hanya konsumsi makanan instan yang rendah protein” tegas Rinna.
Sebagaimana arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan penganekaragaman pangan berdasarkan kearifan lokal di seluruh Indonesia.
Mentan menjelaskan, diversifikasi pangan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Pasalnya, masyarakat tertentu bukan konsumen beras. Untuk itulah, pangan lokal mereka juga perlu ditingkatkan produksinya agar kebutuhan pangan mereka juga terpenuhi. Penganekaragaman pangan akan dilakukan dengan melihat potensi masing-masing daerah.
“Pemetaannya kita lihat berdasarkan wilayah. Misalnya, kalau Sulsel itu sagu, perbatasan Riau juga sagu. Kalau di Papua itu umbi-umbian. Jadi kita kembangkan berdasarkan keungulan komparatif dan budaya masyarakat setempat,” paparnya.
Disisi lain Diversifikasi pangan merupakan penghormatan terhadap kearifan lokal di daerah-daerah. Amran berjanji tidak akan hanya fokus meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai, tapi juga pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian, dan sebagainya.
Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam memberikan pendampingan kepada petani agar menyebarluaskan informasi dan edukasi yang tepat kepada kelompok tani di wilayah binaannya masing-masing.
![]()