Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan sektor pertanian dengan menyelenggarakan Millennial Agriculture Forum (MAF). Kegiatan ini menjadi wadah diskusi bagi generasi muda pertanian, khususnya petani milenial, untuk memperkuat pemahaman dan inovasi dalam bidang teknologi pertanian. Acara tersebut digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, selalu menegaskan pentingnya percepatan modernisasi pertanian dan penguatan peran generasi muda dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian menekankan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak petani milenial yang adaptif terhadap teknologi, mampu berinovasi, serta memiliki semangat kewirausahaan di sektor pertanian.
Amran juga mendorong optimalisasi mekanisasi, digitalisasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing pertanian nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas petani menjadi kunci dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Senada dengan arahan Menteri Pertanian, Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), turut menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pertanian melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pendidikan vokasi. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus terus diberdayakan agar mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian di Indonesia.
Idha menekankan bahwa BPPSDMP berkomitmen memperkuat ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan teknologi, mulai dari digital farming, smart agriculture, hingga penerapan inovasi berbasis data. Menurutnya, hadirnya petani milenial yang terampil dan profesional akan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Direktur PEPI, Harmanto menegaskan bahwa kegiatan seperti Millennial Agriculture Forum menjadi wujud komitmen PEPI dalam menghadirkan pendidikan vokasi pertanian yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menyampaikan bahwa PEPI terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu menjadi inovator, problem solver, sekaligus agen perubahan dalam pembangunan pertanian modern.
Direktur PEPI juga menekankan pentingnya membangun jejaring kolaboratif antara perguruan tinggi, pelaku industri, pemerintah, serta komunitas petani milenial untuk memperluas dampak inovasi dan memastikan teknologi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan. Melalui sinergi ini, PEPI berharap dapat berkontribusi nyata dalam mencetak SDM pertanian berkualitas yang siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Forum ini menghadirkan pembahasan mendalam mengenai pemanfaatan teknologi pertanian modern, tantangan sektor pertanian masa kini, serta strategi pemberdayaan Petani Milenial Dadahup dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Melalui forum ini, peserta mendapatkan wawasan terkait pentingnya digitalisasi, mekanisasi, dan inovasi dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
Kegiatan MAF juga menjadi ajang berbagi pengalaman, inspirasi, dan kolaborasi antargenerasi muda yang bergerak di sektor pertanian. Para narasumber menekankan bahwa petani milenial memiliki peran strategis dalam mentransformasi wajah pertanian Indonesia menuju sektor yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya forum ini, PEPI berharap dapat terus mendorong terbentuknya ekosistem pertanian cerdas yang mampu menjawab tantangan global serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui partisipasi aktif generasi milenial.
![]()