Tangerang – Dalam upaya mendorong transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern, Kementerian Pertanian terus mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian nasional. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan Kuliah Umum bertajuk “Sharing on the Condition of Modern Agriculture in Taiwan”, yang dilaksanakan oleh Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) bertempat di Auditorium PEPI, Kamis (16/10/2025),
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), di antaranya Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian, Asmarhansyah, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama.
Turut hadir pula Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Mohammad Amin, serta Direktur PEPI, Harmanto, didampingi oleh Wakil Direktur I, II, dan III, beserta seluruh civitas akademika PEPI.
Kegiatan kuliah umum ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya transformasi pertanian melalui adopsi teknologi modern, peningkatan kapasitas SDM pertanian, dan penguatan pendidikan vokasi.
Menteri Pertanian secara konsisten menyampaikan bahwa generasi muda adalah ujung tombak dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern, serta harus dibekali dengan pemahaman global dan keterampilan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Pertanian tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Kita harus menyiapkan petani milenial yang menguasai teknologi, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan global,” demikian arahan Menteri Pertanian yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan ini.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa kolaborasi antara pendidikan vokasi dan pemanfaatan teknologi modern sangat penting untuk menyiapkan SDM pertanian yang siap menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti kuliah umum internasional ini merupakan bagian dari strategi Kementerian dalam mempercepat proses regenerasi petani melalui pendidikan vokasi berbasis praktik dan teknologi.
“Kami terus mendorong institusi pendidikan vokasi untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi global, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga wawasan internasional agar bias mengintegrasikan teknologi dalam pertaniannya secara masif,” ujar Arsanti.
Dalam pemaparannya, Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian, Asmarhansyah menyoroti pentingnya konservasi sumber daya air dalam menghadapi krisis iklim yang kian nyata. Ia menjelaskan bahwa transformasi pertanian tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, penggunaan teknologi irigasi presisi dan sistem digitalisasi lahan akan menjadi kunci dalam mempertahankan produktivitas pertanian nasional.
Sementara itu Associate Researcher dari Agricultural Engineering Research Center (AERC) Taiwan, Candera Wijaya memberikan wawasan tentang bagaimana Taiwan berhasil mengimplementasikan sistem pertanian modern berbasis teknologi tinggi. Dalam presentasinya, Candera membagikan berbagai inovasi terkini seperti penggunaan smart greenhouse, automated irrigation systems, drone monitoring, dan data-driven agriculture yang telah berhasil meningkatkan efisiensi serta hasil produksi pertanian di negaranya.
Candera juga menekankan pentingnya kolaborasi riset dan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan dalam pengembangan teknologi pertanian yang adaptif terhadap kondisi iklim tropis dan karakteristik lahan di Indonesia.
“Kami percaya bahwa kerja sama antar negara, khususnya di bidang pendidikan vokasi dan riset teknologi, adalah kunci untuk menjawab tantangan global di sektor pertanian,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa PEPI terlihat jelas selama sesi tanya jawab berlangsung. Para peserta aktif menggali informasi seputar teknologi pertanian di Taiwan, peluang kerja sama riset, hingga penerapan konkret teknologi tersebut di lahan pertanian Indonesia.
Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum internasional ini akan menjadi agenda rutin sebagai bentuk komitmen kampus dalam membangun SDM pertanian yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berpikiran global.
“Kita ingin mencetak generasi petani dan teknokrat pertanian yang mampu berpikir visioner dan siap bersaing di kancah internasional,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan kepada para narasumber dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama dalam mendorong pertanian Indonesia menuju era modern yang berbasis inovasi dan teknologi.(*)
![]()