Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, Kementan Terjunkan Mahasiswa PEPI ke Lapangan

SERPONG – Kementerian Pertanian akan menerjunkan mahasiswa Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI) ke lapangan. Dengan cara ini, diharapkan sektor pertanian akan mendapatkan SDM yang berkualitas.

Kebijakan ini dilakukan agar teori yang selama ini mendominasi pendidikan, didukung kegiatan praktik yang sinergi dengan teori melalui pendidikan vokasi. Sehingga SDM yang dihasilkan nantinya benar-benar berkualitas.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi yakni pengembangan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis.

“Empat jurus tersebut adalah karakter, kompetensi, kritis dan kreatif karena pendidikan vokasi menuntut hadirnya generasi milenial yang tangguh berkarakter petarung,” tutur Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan pun menyatakan pandemi Covid-19 adalah medan tempur bagi generasi milenial pertanian dimana sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan.

“Petani dan penyuluh adalah garda terdepan Indonesia mengantisipasi virus Corona, seperti halnya tenaga medis. Pangan bukan cuma soal perut, tapi juga penentu stabilitas nasional,” tambah Mentan .

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan pendidikan vokasi dilakukan Kementan melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI. Lewat dua lembaga ini, diharapkan dapat dihasilkan sarjana terapan kualifikasi job seeker dan job creator melalui program kewirausahaan pertanian bagi pemuda tani, perguruan tinggi mitra dan kepramukaan.

“Pengakuan atas kompetensi petani milenial dan penumbuhan kemandirian pengusaha muda pertanian melalui inkubasi bisnis di Polbangtan sebagai pilot project dan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi,” katanya.

Dedi Nursyamsi menjelaskan, manajemen pembelajaran, penerapan kurikulum, jejaring kerjasama dalam pelaksanaan pendidikan vokasi pun harus diperkuat.

“Seluruh civitas akademika vokasi, semua harus bahu membahu, kerja keras, silih asah silih asuh untuk hasilkan job seeker dan job creator berkualitas sehingga pembangunan pertanian akan semakin berhasil,” pesan Dedi.

Berkenaan dengan hal tersebut, sebanyak 71 Mahasiswa Semester IV prodi teknologi hasil pertanian, tata air pertanian dan teknologi mekanisasi pertanian PEPI akan tersebar melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) sesuai dengan bidang kompetensi di UPT berbagai kabupaten di 9 Provinsi selama 30 hari terhitung sejak 7 juni hingga 7 juli 2021.

Pelaksanaan PKL tersebar di BPP berbagai Kabupaten/Kota diantaranya Semarang, Yogyakarta, Mojokerto, Banjarnegara, Tegal, Cilacap, Purworejo, Brebes, Temanggung, Bantul, Sleman, Ngawi, Bekasi, Karawang, Jakarta, Banten, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Kabupaten Tangerang, Serang, Kepulauan Riau.

“Lewat Praktik kerja lapang harapannya dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar pada situasi nyata ditengah masyarakat pedesaan bersama petani sehingga dapat mengembangkan kompentensi mahasiswa untuk berperan sebagai calon petani milenial. ungkap Andi Saryoko selaku Wakil direktur 3 Bidang Kemahasiswaan.

 348 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?