Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, Politeknik Enjiniring Kementan Selenggarakan Training Material TR 4

TANGERANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) selenggarakan training material traktor (TR) roda empat selama 10 (sepuluh) hari yang diselenggarakan mulai tanggal 14 s.d 24 April 2025 bertempat di Kampus PEPI.

Andy Saryoko selaku Wakil Direktur I Bidang Akademik menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkain kegiatan hibah 13 unit alat mesin pertanian Traktor Roda 4 dari Tongyang Moolsan Co. Ltd. (TYM). Yang dikenal sebagai pengembangan sektor permesinan pertanian, yang terkenal dengan traktor, mesin pemanen, dan mesin penanam berkualitas tinggi.

TYM menciptakan traktor yang memadukan bentuk yang memikat, fungsi yang canggih, dan nilai yang terjangkau. Melalui keahlian dalam desain, rekayasa, dan manufaktur TYM akan melakukan training kepada 20 orang peserta diantaranya Dosen, Mahasiswa, Teknisi dan Penyuluh/petani.

Hal tersebut sebagai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) untuk menjadi penggerak utama inovasi dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian modern.

Mentan menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai ujung tombak masa depan bangsa, dengan kemampuan menciptakan teknologi baru yang dapat menjadi acuan bagi pertanian global.

“Hilangkan pikiran mencari kerja, tetapi usahakan agar kita yang membuka lapangan kerja. Latih kemampuan dari sekarang, kita sebagai mahasiswa Indonesia bisa membuat sparepart Alsintan sendiri,” ujar Mentan. Ia mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya mendukung swasembada pangan nasional tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.

Mentan menegaskan bahwa mahasiswa, terutama yang berkecimpung di sektor pertanian, harus bekerja keras mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Hal ini bisa dicapai melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah, termasuk dari negara-negara maju seperti Jepang.

“Kita bisa membangun kerjasama dengan Jepang dan negara-negara lain, baik swasta maupun lembaga pemerintah, untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia. Ke depan, kita bisa memproduksi apa saja yang dibutuhkan petani,” katanya.

Disisi lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengajak para pengajar di PEPI untuk memberikan tugas-tugas yang menantang bagi mahasiswa, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan pertanian masa depan dan sejajar dengan negara-negara maju. Menurutnya, semangat juang dan ketekunan adalah kunci keberhasilan.

“Tolong kasih PR yang paling susah. Jangan beri kesempatan mereka main-main. Bung Karno dulu dengan sedikit orang bisa gegerkan republik ini dan dunia karena spirit luar biasa. Semangat kita harus seperti itu, tidak pernah mengeluh dan pantang menyerah,” tegas Mentan.

Arsanti berharap mahasiswa PEPI mampu menguasai seluruh aspek pertanian, mulai dari produksi hingga hilirisasi. Ia mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program Swasembada Pangan atau perluasan areal tanam yang menjadi program kementerian pertanian dan memaksimalkan program merdeka belajar.
“Dengan begitu, mahasiswa PEPI ke depannya mampu menguasai berbagai bidang di sektor pertanian,” jelasnya.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content