Terapkan TEFA, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Incaran Dunia Industri

SLEMAN – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mencetak lulusan berkualitas yang siap menjawab tantangan teknologi pertanian modern.Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, Lulusan PEPI memiliki peran penting untuk memajukan pertanian. Ia menambahkan, pertanian pun dapat digarap dengan cara-cara kekinian. Namun hal tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan PEPI menjadi ujung tombak dalam hal tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan di tangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan. Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0.

Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan DUDI melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.

“Dengan metode pembelajaran Teaching Factory (TEFA) berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan bisnis untuk menjawab tantangan di dunia industri”, tegas Arsanti.

Hal tersebut disambut baik, Direktur PEPI Muharfiza dengan menyelenggaran kegiatan yang bertajuk Evaluasi Kegiatan Tahun 2024 dan Perencanaan Kegiatan Tahun 2025 yang diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 24 s.d 16 November 2024 bertempat di Hotel Kaliurang – Sleman- Yogyakarta.

“Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Civitas Akademika serta jajaran pendukung perkuliahan. Untuk memperkuat kompetensi antara pengetahuan yang diberikan kampus dan kebutuhan dunia industri dihadirkan narasumber yang kompeten dalam Pengembangan TEFA pada Pendidikan Tinggi Vokasi”, tegas Muharfiza.

Konsep pendidikan terapan pun disampaikan langsung oleh Era Purwanto dimana pendidikan vokasi wajib mengacu pada Permendikbudristek no 53 tahun 2023 pasal 1 Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Paradigma Kementerian untuk memberikan kepercayaan yang lebih kepada pimpinan perguruan tinggi dan memberikan otonomi kepada insan perguruan tinggi dalam menentukan yang terbaik bagi setiap perguruan tinggi melalui diferensiasi misi.

Kurikulum system ganda yang merupakan kurikulum yang menggabungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan magang di DUDI dan/atau industry yang dikelola oleh perguruan tinggi (TEFA).
Era Purwanto menyatakan bahwa konsep pembelajaran teaching factory diharapkan mampu menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan pendidikan tinggi.

“Serta menjadikan sarana pendidikan, penelitian, pengembangan produk barang dan jasa, secara manufaktur/industri dalam bentuk prototype atau produk”, tegas Era Purwanto. (*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content