Siapkan Wisata Edukasi Pertanian, Politeknik Enjiniring Kementan Gaet Petani Millenial

TANGERANG – Agro Edu Wisata (AEW) atau wisata pertanian edukatif adalah konsep pariwisata yang menggabungkan unsur pendidikan dan kegiatan wisata, berfokus pada sektor pertanian. Konsep ini menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan, di mana mereka tidak hanya menikmati keindahan alam dan area pertanian modern, tetapi juga mendapatkan pengetahuan langsung tentang proses produksi pangan, alat mesin pertanian, pengolahan hasil pertanian, teknologi pertanian serta praktik pertanian berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman senantiasa mendorong elaborasi antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. “Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pengembangan AEW diberbagai lokasi di Tanah Air.

Pengembangan AEW juga kita harapkan akan berdampak pada perekonomian,” ucap Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Idha Widi Arsanti menyampaikan Agro Edu Wisata (AEW) sebagai sarana bisnis dan edukasi kepada masyarakat. Oleh karena itu perlunya peran sekolah vokasi mendorong generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan negara.

“Ditangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan. Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0”, ujar Kabadan Santi.

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Pendidikan Vokasi Pertanian dibawah naungan BPPSDMP, Kementan, terus berupaya memperkenalkan dunia pertanian kepada kaum milenial baik di lingkungan PEPI ataupun kepada siswa-siswa yang datang berkunjung ke PEPI. PEPI menerima kunjungan siswa dan siswi PAUD Main Bareng Anak dengan tujuan AEW, sebagai program pengenalan anak usia dini pada sektor pertanian yang dilaksanakan Minggu (20/7/2025).

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Muharfiza, menyatakan bahwa PEPI mendukung regenerasi petani. Regenerasi petani merupakan keharusan mengingat Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2045. Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan siswa dan siswi PAUD Main Bareng Anak untuk program pengenalan anak usia dini pada sektor pertanian.

“Sebanyak 30 siswa dan guru pendamping yang turut dalam kegiatan Agro Eduwisata di PEPI berkeliling di lingkungan kampus serta dikenalkan dengan berbagai peralatan pertanian modern dan praktek menanam,” tegasnya.

Belajar mengenal pertanian sejak dini, perlunya siswa-siswi kenalkan dengan berbagai alat dan mesin pertanian seperti traktor, transplanter, bajak singkal, combine harvester, dan peralatan mesin pertanian canggih lainnya.

Dalam kesempatan ini juga kami libatkan para mahasiswa, karena konsep Agro Eduwisata adalah konsep belajar, maka kami pikir perlu bagi mahasiswa untuk terlibat aktif. Selain berkesempatan menularkan ilmunya kepada peserta kunjungan, mahasiswa juga sekaligus mendapat keuntungan untuk belajar atau praktek langsung cara menangani pengunjung dan mengelola Agro Eduwisata sebagai bekal jika mereka kelak berminat membuka Agro Eduwisata.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content