Politeknik Enjiniring Kementan Komitmen Cetak SDM Kompeten

TANGERANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) telah mencetak generasi milenial yang kompeten melalui Uji Kompetensi (Ujikom) Mahasiswa PEPI Tahun 2025. Kegiatan ini untuk dilaksanakan untuk menghasilkan lulusan yang profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Sekaligus bekal bagi lulusan tahun 2025 dalam menyongsong dunia kerja yang kompetitif. Kegiatan Ujikom ini dilaksanakan oleh PEPI bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (11/07/2025).

Sebanyak 126 mahasiswa tingkat III mengikuti uji kompetensi ini dinyatakan kompeten dalam hal perawatan alsintan prapanen, teknisi perawatan alsintan panen, pascapanen, dan pembudidaya tanaman hidroponik.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. “Politeknik bukan hanya melahirkan petani milenial, tetapi juga mencetak lulusan yang peduli terhadap keberlangsungan pertanian. Ajang seperti ini penting untuk mendekatkan kampus vokasi pertanian dengan masyarakat sekaligus memperkuat literasi publik tentang pertanian,” ungkap Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa kontes ini sejalan dengan visi besar Kementan untuk membangun pertanian modern yang inklusif, melibatkan berbagai aspek.

“Melalui kegiatan ini, kita mendidik generasi muda dan masyarakat agar lebih bertanggung jawab dan bekal untuk menghadapi kawah candradimuka pertanian,” kata Idha.

Uji Kompetensi (Ujikom) di harapkan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas mahasiswa dalam memotivasi petani dan mendorong produktivitas pertanian. Karena itu, Kementan terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa melalui sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi.

Muharfiza, Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui uji kompetensi ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan PEPI tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang terverifikasi secara resmi melalui sertifikasi. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan peluang baru.

“Ini adalah bagian dari komitmen PEPI dalam mendukung modernisasi pertanian dan mencetak SDM yang mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Tim panitia Uji Kompetensi telah menyiapkan seluruh dokumen asesmen seperti APL-01 dan APL-02, mengecek kesiapan alat praktik seperti traktor, combine harvester, dan instalasi hidroponik, serta mengatur logistik dan perlengkapan mahasiswa. Kegiatan asesmen dilakukan oleh Sigit Tri Wahyudi, Dedy Wahyudi, Agus Wardjojo, Iskandar Zulkarnain, dan Teddy Rachmat yang semuanya tergabung dalam tim asesor dari LSP Kementerian Pertanian.

Joko Tri Harjanto, Perwakilan LSP Kementerian Pertanian mengajak lulusan PEPI untuk berani terjun sebagai agripreneur modern dengan memanfaatkan teknologi seperti hidroponik, greenhouse, hingga smart farming berbasis IoT. Ia menekankan pentingnya perubahan mindset dari petani tradisional menjadi pengusaha pertanian yang berorientasi pasar, baik lokal maupun ekspor.

“Pertanian adalah profesi masa depan. Dengan inovasi teknologi, produktivitas bisa meningkat hingga 100 kali lipat seperti dalam konsep plant factory. Indonesia butuh agripreneur muda yang siap menjawab tantangan pangan global,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti asesmen teori, praktik lapangan, dan simulasi kasus teknis yang menuntut ketelitian, keterampilan, serta kemampuan analitis, dengan tantangan seperti perbaikan data peserta dan keterbatasan alat cetak sertifikat berhasil diatasi melalui koordinasi tim yang solid. Kegiatan ini mencerminkan komitmen institusi terhadap pendidikan vokasi berbasis praktik nyata dan sertifikasi, dengan harapan seluruh peserta lulus uji kompetensi dan memperoleh sertifikat nasional sebagai bukti keahlian di bidang pertanian, serta mampu menjadi tenaga teknis unggulan yang mendorong transformasi pertanian menuju arah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan

Dengan kegiatan ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap lulusan tahun 2025 memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja, baik sebagai profesional, wirausahawan, maupun akademisi. Uji Kompetensi ini juga menjadi bukti komitmen PEPI untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content