Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus meningkatkan kualitas SDM, melalui berbagai strategi pengembangan pegawai. Salah satunya, tes psikologi bagi 80 pegawai sebagai bagian dari pemetaan kompetensi dan karakter aparatur. Kegiatan digelar di Auditorium PEPI, Selasa (02/12/2025).
Penerapan aspek psikologi kini mendapat perhatian lebih karena menilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kondisi mental, emosional, dan perilaku kerja—faktor yang terbukti berpengaruh pada mutu layanan publik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM adalah fondasi kemajuan sektor pertanian.
“Pegawai harus berintegritas, disiplin, dan adaptif. Kita butuh aparatur yang bersih dan profesional,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penempatan pegawai sesuai kompetensi dan karakter. “The right man in the right place harus berbasis data dan evaluasi objektif, termasuk aspek psikologi.”
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menyatakan integrasi aspek psikologi relevan dengan upaya membangun SDM unggul.
“Pengembangan SDM tak hanya soal hard skills, tetapi juga soft skills yang memengaruhi karakter dan kualitas layanan. Pemetaan psikologi memberi gambaran lebih akurat tentang potensi dan kebutuhan pengembangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil tes akan menjadi bagian penting strategi pembinaan dan pengembangan karier di pendidikan vokasi pertanian. “Kami mendorong pengelolaan SDM yang adaptif, berbasis data, dan fokus kinerja. Tes ini menjadi fondasi untuk membangun aparatur profesional dan berintegritas.”
Direktur PEPI, Harmanto, menekankan peran aspek psikologis seperti motivasi, integritas, komunikasi, dan stabilitas emosi dalam layanan publik. Pegawai dengan kecakapan psikologis baik dinilai lebih mampu mengelola tekanan, bersikap empatik, dan menjaga profesionalisme.
Selain menilai kesiapan kerja, tes ini membantu penempatan pegawai sesuai karakter dan kompetensi sehingga prinsip the right man in the right place dapat diterapkan lebih objektif. Penempatan yang tepat meningkatkan efektivitas unit kerja dan mengurangi potensi konflik.
Analisis psikologi juga bermanfaat untuk pembinaan dan perencanaan karier. Dengan pemetaan profil psikologis, organisasi dapat menyusun pelatihan atau coaching yang lebih terarah. “Pendekatan ini membantu memahami kebutuhan pengembangan setiap pegawai,” tambahnya.
Integrasi aspek psikologi diyakini memperkuat etika kerja dan menekan risiko maladministrasi. Pegawai dengan kontrol diri dan stabilitas emosi lebih cenderung disiplin dan bertanggung jawab.
Dengan berbagai manfaat tersebut, pelaksanaan tes psikologi bagi 80 pegawai PEPI menjadi langkah strategis dalam manajemen SDM modern. Hasil tes diharapkan menjadi dasar perencanaan pengembangan yang lebih komprehensif untuk mendukung kemajuan pendidikan vokasi pertanian.
![]()