Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Penguatan Integritas bagi sivitas akademika dan masyarakat pendidikan.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, Yudi Purnomo Harahap dari Satgassus serta AKBP Sujanto, Kasubditbintibsos, yang berpengalaman dalam isu antikorupsi dan etika publik. Acara berlangsung di Auditorium PEPI, Jumat (05/12/2025).
Kegiatan diikuti seluruh sivitas PEPI, termasuk dosen dan mahasiswa. Peserta diajak memahami bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kolektif masyarakat dan lembaga pendidikan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan korupsi dan penguatan integritas adalah bagian penting reformasi birokrasi di Kementerian Pertanian (Kementan). Amran menekankan bahwa unit pendidikan vokasi seperti PEPI harus menjadi contoh budaya kerja bersih, profesional, dan akuntabel.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menegaskan pentingnya karakter dan integritas sebagai fondasi SDM pertanian. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi harus melahirkan generasi muda yang kompeten, beretika, disiplin, dan bebas perilaku koruptif. Ia menambahkan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan melalui pembiasaan perilaku jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Arsanti mendorong seluruh pendidikan vokasi di bawah BPPSDMP memperkuat tata kelola dan akuntabilitas agar setiap proses berjalan sesuai regulasi.
Dalam sambutannya, Direktur PEPI, Harmanto menegaskan komitmen lembaga terhadap integritas.
“Saya menegaskan bahwa integritas adalah pondasi utama dalam setiap tugas, pelayanan publik, dan interaksi di PEPI. Dunia pendidikan memegang peran besar dalam membentuk karakter generasi muda, bukan hanya dalam kompetensi teknis, tetapi juga dalam kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab. Karena itu, kami secara sadar menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, baik melalui kurikulum, kegiatan kampus, maupun budaya kerja sehari-hari. Tanpa integritas, seluruh inovasi dan pembelajaran tidak akan punya dampak yang berkelanjutan,” jelas Harmanto.
Materi sosialisasi meliputi jenis tindak pidana korupsi, strategi pencegahan di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Narasumber menekankan tindakan sederhana seperti menolak gratifikasi, menghindari konflik kepentingan, dan bekerja sesuai prosedur sebagai bagian dari gerakan antikorupsi.
Melalui kegiatan ini, PEPI berharap seluruh sivitas akademika menjadi agen perubahan yang membawa nilai integritas tidak hanya di kampus tetapi juga di masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis memperkuat lingkungan pendidikan yang bersih, profesional, dan bebas korupsi.
![]()