Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi, PEPI Lakukan MoU POLMAN

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia merupakan perguruan tinggi di lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada program pendidikan tinggi vokasi pada bidang enjiniring pertanian.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Mardison tandatangani Memorandum of Understanding (“MoU”) dengan Direktur Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN) Dede Buchori Muslim, diruang Rapat AOR, Kampus PEPI, Selasa (27/10).

Ini sebagai bentuk Sinergi dalam pendidikan, pelatihan dan pemagangan dalam hal teknis mekanisme tata cara pelaksanaan penerapaan Kerja sama dalam Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat, Publikasi/Seminar dan Kuliah Kerja (magang) di Bidang Enjiniring Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Mardison perkenalkan PEPI yang merupakan Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian Lingkup Kementerian Pertanian. Pada tahun 2019 Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia resmi didirikan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor: 28 Tahun 2019 tanggal 31 Mei 2019 dan penerbitan surat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 663/KPT/I/2019 tanggal 2 Agustus 2019 tentang surat keputusan Izin Pembukaan Program Studi yang terdiri dari: 1) Teknologi Mekanisasi Pertanian, 2) Teknologi Hasil Pertanian, dan 3) Tata Air Pertanian.

Dengan berdirinya PEPI diharapkan dapat mendukung Kebijakan Kementan dalam rangka penerapan bantuan Alsintan, memproduksi alat dan mesin pertanian, pengelolaan irigasi pertanian (water management), peningkatan added value produk hasil pertanian, modernisasi pertanian di pedesaan serta pemberdayaan masyarakat tani di sekitar dan skala Nasional.

Mardison menambahkan bahwa Kerja Sama ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa melalui pendidikan vokasi yang berwawasan industri dan teknologi bidang pertanian.

Disisi lain, dalam mengembangkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern perlu melakukan kerjasama dalam memanfaatkan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusia. POLMAN mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada program pendidikan vokasi pada bidang rekayasa manufaktur.

“Semoga tindak lanjut penandatangan MoU ini nantinya mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa melalui pendidikan vokasi yang berwawasan industri dan teknologi bidang pertanian”, ujar Mardison.

Direktur Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN) Dede Buchori Muslim menambahkan bahwa dengan sinergi dalam pendidikan vokasi yang dibangun oleh PEPI dan POLMAN diharapkan dapat memanfaatkan, mengoptimalkan dan mendayagunakan sumber daya bidang mekanisasi nantinya dapat berwawasan industri dan teknologi bidang pertanian menuju Revolusi Industri 4.0.

 8 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?