Perkuat Kerjasama Magang, JICA Kunjungi Politeknik Enjiniring Kementan

Tangerang-Japan International Cooperation Agency (JICA) kunjungi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dalam rangka melakukan kerjasama dengan pemerintah Jepang dalam hal kemitraan pelatihan magang. Kegiatan ini bertempat di ruang Direksi PEPI lantai 4 pada Kamis (07/08/2025).

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman yang berupaya melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan.

“Indonesia akan berdaulat dan menjadi negara pengekspor beras pada 2027, dengan produksi beras dari lahan sebesar 10 juta ton. Syaratnya, setiap tahun ada peningkatan lahan satu juta hektare, sehingga terjadi penambahan produksi 2,5 juta ton beras setiap tahun,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti juga mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang cukup besar. Utamanya di bidang pertanian. Santi berharap, supply tenaga kerja yang sedang disiapkan di Indonesia dengan demand yang dibutuhkan oleh pemerintah Jepang bisa menemukan titik temu.

Kajita Mio selaku perwakilan dari JICA berkunjung ke PEPI untuk melihat aktivitas pembelajaran di PEPI khususnya mengenai pertanian. PEPI akan bekerjasama dengan JICA untuk melakukan seleksi alumni yang akan melakukan magang di perusahaan pertanian di Jepang. JICA juga menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan baik dari PEPI.

Wakil Direktur III PEPI, Andi Saryoko dalam diskusi ini mengatakan para lulusan PEPI akan disaring untuk memenuhi kualifikasi, yang kemudian diberikan pelatihan bahasa Jepang. Nantinya mereka akan diberangkatkan ke negeri matahari terbit itu, untuk melakukan magang di bidang pertanian menggunakan teknologi modern di Jepang.

“Alumni yang berangkat seluruhnya merupakan alumni dari PEPI yang sebelumnya sudah dipilih dan mendapatkan rekomendasi dari jurusan,” tambah Andi.

Selain itu, Kajita Mio mengatakan untuk dapat mengikuti magang di Jepang maka mahasiswa harus lulus dua test yaitu test JFT dan test SSW Agriculture Skill Assessment Test (ASAT).

“Sebelum mengikuti test tersebut ketika masih menjadi mahasiswa mereka memperoleh kursus yg diberikan oleh local teacher yg merupakan rekomendasi dari JICA teacher yang dan selalu dilakukan pengawasan oleh JICA,” ujarnya.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content