Peringati Hari Krida Pertanian, Politeknik Enjiniring Kementan Siap Hadapi Tantangan El Nino

Serpong- dalam rangka mengapresiasi bentuk penghargaan kepada yang terlibat dalam dunia pertanian, seperti para petani, peternak, pegawai dan pengusaha yang bergerak di dunia pertanian, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) peringati Hari Krida Pertanian Nasional ke-51 yang diperingati setiap tanggal 21 Juni.
Sebagai institusi bidang pendidikan pertanian, PEPI turut berkontribusi dalam membantu petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola lahan, menghadapi tantangan lingkungan, dan mengadopsi praktik pertanian yang berkelanjutan.
Sebagaimana Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan dalam peringatan Hari Krida Pertanian, dirinya mengajak semua pihak untuk meneguhkan tekad dan semangat demi mewujudkan pertanian yang lebih baik, maju, mandiri, dan modern.
“Hari Krida ini harus menambah semangat kita bahwa kita siap menghadapi semua peluang dan kesempatan yang ada. Hari Krida merupakan waktu yang tepat untuk meneguhkan tekad dan kemauan kita agar tahun ini pertanian kita lebih baik, lebih maju, mandiri, dan lebih modern lagi,” ujar SYL
“Termasuk juga ditandai dengan cara-cara baru yang lebih maju, lebih modern, dan lebih berkualitas dibandingkan cara kemarin,” katanya menegaskan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengingatkan, “mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern membutuhkan SDM pertanian yang berkualitas.
BPPSDMP berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang dapat berkontribusi meningkatkan produksi dan produktivitas, melalui 3 pilar yaitu pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan,” ungkap Dedi.
Sebagaimana tantangan saat ini adalah El Nino, PEPI sebagai Pendidikan pertanian berupaya menjawab tantangan bersama dalam menciptakan penggunaan teknologi seperti satelit dan sensor jarak jauh yang memungkinkan pemantauan yang lebih akurat terhadap suhu permukaan laut, arus laut, dan pola cuaca.
Wakil Direktur III, Enrico menyampaikan amanatnya pada pelaksanaan upacara Hari Krida Pertanian ke 51 bahwa kehadiran generasi milenial PEPI dalam dunia pertanian telah membawa perubahan signifikan dalam cara berpikir, mengelola, dan mempromosikan kegiatan pertanian. Yang mana Mereka telah membawa semangat inovasi, teknologi, dan keberlanjutan untuk menghadapi tantangan dan mencari solusi baru di sektor pertanian.
“Menjawab tantangan di pertanian, milenial seringkali mengadopsi pendekatan inovatif, kreatif untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian. Contohnya, mereka mengembangkan sistem hidroponik, aquaponik, atau menggabungkan pertanian vertikal dengan teknologi canggih untuk menghasilkan hasil pertanian yang lebih baik” ujarnya.
Enrico berharap Mahasiswa/i PEPI terus dapat berkontribusi memberikan sumbangsih dalam mendorong penggunaan teknologi pertanian modern seperti sensor tanah, irigasi tetes, pemantauan iklim, dan sistem manajemen data pertanian.

 307 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?