Mentan Amran Sulaiman Sebut Pompanisasi Sebagai Solusi Tercepat Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino

 
Tangerang–Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, menyebut pompanisasi sebagai solusi tercepat mengantisipasi kondisi kekeringan akibat musim kemarau kering atau el nino.
Lantaran dengan pompanisasi diharapkan para petani bisa melakukan tanam cepat.
Selain pompanisasi, pengoptimalan alat mesin pertanian dan penggunaan bibit yang umurnya lebih pendek juga diperlukan untuk bisa beradaptasi di tengah kondisi cuaca kering.
Hal itu disampaikan Mentan Amran Sulaiman saat berkunjung ke Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (18/6/2024).
Adapun kedatangan Mentan Amran ke Bumi Bersinar itu adalah untuk mengecek pompanisasi dan persiapan kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (19/6/2024) besok.
“Itu (pompanisasi) solusi tercepat. Kita tahu sekarang adalah kondisi el nino juga dalam waktu bersamaan ada kondisi kekeringan akibat musim kemarau kering. Nah, dua kondisi itu sangat mengkhawatirkan sehingga pompanisasi adalah solusi tercepat,” jelas Amran kepada awak media, Selasa (18/6/2024).
Pihaknya menuturkan bahwa pompanisasi bertujuan untuk mendorong tanam cepat agar bisa meningkatkan planting indeks atau indeks per tanaman (IP).
“Jadi yang dulunya tanam satu kali, bisa menjadi dua kali. Lalu yang dua kali bisa menjadi tiga kali,” katanya.
Amran memaparkan bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi lahan pertanian seluas 267 ribu hektare. Jika IP-nya dinaikkan 1-1,5 maka berarti bisa mendapatkan luas panen 500 ribu hektare.
“Jika 500 ribu hektare dikali 6 ton per hektare, berarti 3 juta ton. Itu artinya kalau dikali dengan beraa maka kita bisa mendapatkan tambahan sekitar 2 juta ton beras. Dengan demikian artinya bisa menutupi 50 persen impor beras. Maka dari itu, kmai fokus mengecek satu per satu pompanisasi karena bisa menyelamatkan pangan, khususnya di sektor padi,” terang dia.
Lebih lanjut, Amran menyebutkan dalam kunjungan Rabu pagi (19/6/2024) besok Presiden Jokowi akan memantau alat pompanisasi bantuan dari Kementan RI untuk petani Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
“Pompa sudah kami pasang dan besok Pak Presiden juga akan mendengar langsung apakah tambahan pupuk sudah diterima petani. Tadi Bu Kadis (Widiyanti) dan Bu Bupati Klaten (Sri Mulyani) mengatakan tambahan pupuk sudah 100 persen tiba,” ujarnya.
Menurutnya, masalah pupuk sudah sering dikeluhkan oleh petani selama bertahun-tahun. Dan kini, Presiden Jokowi sudah menyetujui anggaran sebesar Rp28 triliun untuk tambahan pupuk subsidi.
“Itu luar biasa perhatian Bapak Presiden pada sektor pertanian,” ucapnya.
Bupati Klaten, Sri Mulyani, menambahkan tidak semua daerah di Kabupaten Klaten memiliki saluran irigasi. Meski Kabupaten Klaten terkenal dengan sumber mata air yang cukup melimpah.
Namun memang daerah-daerah di pinggiran Bumi Bersinar tidak terakses sumber-sumber mata air.
“Sehingga biasanya mereka memanfaatkan pompanisasi dengan mengambil sir dari sungai-sungai di sekitar, semisal Sungai Bengawan Solo atau Sungai Dengkeng,” paparnya.
Menurut Sri Mulyani, ada sekitar 8 Kecamatan di Kabupaten Klaten yang berpotensi rawan kesulitan air. Maka, dengan pompanisasi diharapkan bisa meningkatkan semangat petani dan hasil pertanian.
“Di Kabupaten Klaten ada sekitar 1.361 hektare lahan pertanian. Sampai saat ini sudha sekitar 80 persen atau 1.021 hektare yang sudah ditanami padi,” tandasnya. (*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content