TANGERANG – Dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan yang diusung oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus berfokus dalam peningkatan SDM Pertanian, utamanya dicapai dengan pendidikan vokasi pertanian.
Direktur PEPI yang diwakili Enrico Syaefullah selaku Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni secara serentak melaksanakan penanaman tanaman cabai, yang di dampingi oleh Wakil Direktur I, Wakil Direktur II, Ketua Teaching Factory (TEFA), Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Dosen PEPI.
“Sebanyak 251 Mahasiswa TK I (satu) dan TK II (dua) akan menanam Tanaman cabai di lingkungan Kampus PEPI, dimana setiap mahasiswa bertanggungjawab 10 tanaman. Nantinya dalam budidaya tanaman cabai tersebut akan dipantau langsung oleh Kaprodi dan Ketua TEFA PEPI”, tegas Enrico Syaefullah.
Kegiatan tanam serentak ini bukan sekadar aksi menanam, tetapi juga bagian dari upaya optimalisasi lahan dan mendukung konsep kampus berkelanjutan. Melalui pengembangan tanaman vertikal, kebun hidroponik, dan ruang terbuka hijau, kita tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan ruang yang mendukung aktivitas sosial serta peluang ekonomi bagi mahasiswa.
Pelaksanaan ini, merupkan bagian dari program bulan Ramadhan yang nantinya dalam satu bulan mahasiswa akan melakukan Inovasi dalam budidaya tanaman cabai dapat dilakukan dengan menerapkan pola tanam yang berbeda-beda sesuai musim, serta menggunakan pupuk khusus.
“Kami bersama-sama mengembangkan potensi serta kualitas generasi milenial yakni Mahasiswa PEPI melalui TEFA pembelajaran khususnya di bidang pertanian agar lulusan menjadi SDM pertanian unggulan seperti misi dari Mentan,” kata Enrico.
Hal tersebut senada dengan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa tongkat estafet pertanian harus segera diberikan kepada generasi muda, yang disiapkan SDMnya melalui pendidikan vokasi pertanian.
“Pasalnya, merekalah yang akan meneruskan sektor pertanian yang akan semakin maju serta presisi,” katanya.
Senada dengan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa melalui vokasi pertanian, akan terwujud SDM profesional dan berdaya saing, karena tugas utama vokasi pertanian Kementan adalah menghasilkan alumni yang qualified job seeker dan job creator.
“Kualifikasi job seeker berarti siap ditempatkan di segala lini dari hulu sampai hilir. Kualifikasi job creator berarti kreatif menciptakan peluang-peluang bisnis,” tutupnya.
![]()