Inovasi Teknologi Industri 4.0 Milik Generasi Muda

Generasi muda atau yang saat ini disebut sebagai petani milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan khususnya mahasiswa pertanian yang diharapkan dapat berperan sebagai Agent Of Change. Dalam webinar yang disampaikan secara teleconfren Jumat,  (30/04) membahas bagaimana pemanfaatan tekonologi digital di era industry 4.0. Acara webinar menghadirkan keynote speaker dari Binus University, Dr. Ir. Haryono Soeparno, M.Sc, serta 2 narasumber lainnya yaitu Prof. Dr. Dedi Nursyamsi (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian), Dr. Idha Widi Arsanti (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian), dan Dr. Mardison S., S.TP., M.Si (Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia) selaku moderator.

Dedi Nursyamsi Kepala badan PPSDMP dalam sambutannya mengungkapkan pada era digital seperti saat ini, dimana pertanian diharapkan melibatkan penggunaan teknologi dalam proses pengembangannya.untuk menggenjot produtivitas. “Inovasi teknologi industri 4.0 adalah milik kalian generasi muda. Tidak mungkin Indonesia akan terus berjibaku dengan pertanian tradisional dengan hasil produktivitas rendah, kita harus melakukan transformasi sekarang juga menuju pertanian modern. Petani muda yang berani ditantang dunia berinovasi untuk menciptakan dan menguasai teknologi  untuk keperluan pembangunan  pertanian” Ujar Dedi

Penerapan sistem digital dalam pertanian merupakan salah satu inovasi yang cukup responsive dengan perkembangan zaman yang semakin akrab dengan penggunaan teknologi. Masa depan pangan dunia ada pada daerah tropika dan Indonesia pun termasuk didalamnya, maka tantangannya adalah apakah Indonesia dapat memberi makan dunia dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki. “Mendukung hal tersebut Arah kebijakan Penerapan kemajuan teknologi, terutama Indonesia perlu meningkatkan pendalaman sektor keuangan, strategi dibidang optimalisasi teknologi” Ujar Haryono

Adanya transformasi struktural dari pertanian tradisional menuju pertanian modern diharapkan dapat menciptkan keefisienan dalam hal produksi sehingga terjadi peningkatan produktivitas dan menekan biaya produksi mengantarkan masyarakat Indonesia dari agraris menuju ekonomi yang mengandalkan proses peningkatan nilai tambah berbasis industri yang diakselerasi oleh perkembangan teknologi digitalisasi.

 1,433 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?