Dorong Pendidikan Vokasi Berdaya Saing, Global Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Monitoring dan Evaluasi Program TIAS

TANGERANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) kembali selenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program The Indonesian AID Scholarship (TIAS) Tahun 2025. bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 4 PEPI. Kegiatan ini merupakan rangkaian penting untuk memastikan penyelenggaraan program berjalan sesuai standar, tepat sasaran, serta memberikan dampak maksimal bagi mahasiswa penerima beasiswa maupun institusi.

Monev dihadiri oleh pimpinan PEPI, tim akademik, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa asing penerima beasiswa TIAS. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau capaian pelaksanaan program, mengevaluasi proses pembelajaran dan layanan akademik, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama satu tahun berjalan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk mewujudkan pertanian modern yang berdaya saing. Beliau menekankan bahwa setiap program, termasuk pelaksanaan TIAS, harus berorientasi pada peningkatan kompetensi, implementasi teknologi, serta keberlanjutan pembangunan pertanian di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri Pertanian juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan mitra luar negeri agar transfer pengetahuan dan teknologi dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat

Senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia pertanian harus dilakukan secara terpadu, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, serta siap terjun ke dunia kerja dan pembangunan pertanian di berbagai level.

Santi juga menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pendampingan berkelanjutan untuk memastikan setiap program termasuk TIAS dapat memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa, institusi, dan negara mitra. Beliau mendorong agar seluruh pihak terus menjaga kualitas, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan inovasi agar pendidikan vokasi pertanian semakin relevan dan berdaya saing global.

Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan arahannya bahwa PEPI kembali dipercaya menjadi salah satu institusi pendidikan vokasi yang menerima mahasiswa asing penerima beasiswa TIAS. Kepercayaan ini menunjukkan kapasitas PEPI yang terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi terapan yang mampu memberikan layanan akademik dan non-akademik yang berkualitas.

Pelaksanaan perkuliahan dan pembinaan mahasiswa asing berlangsung melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, sebagaimana tampak pada suasana kelas di PEPI. Para mahasiswa terlibat aktif dalam proses belajar baik melalui diskusi, kegiatan laboratorium, maupun praktik lapangan dengan dukungan fasilitas pembelajaran serta pendampingan dosen yang kompeten.

Melalui Program TIAS, mahasiswa asing dibekali keterampilan teknis pertanian, penguasaan teknologi mekanisasi, kemampuan manajemen sumber daya, hingga penguatan karakter dan kepemimpinan. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di negara masing-masing, ujar Harmanto

Keikutsertaan PEPI dalam program beasiswa internasional ini menjadi bukti komitmen institusi dalam memperluas jejaring global, memperkuat kerja sama pendidikan internasional, serta membantu pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing global.

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content