Dorong Modernisasi Pertanian, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Bimtek Alsintan

TANGERANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) adalah salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 30 Juni s.d 4 Juli 2025, diikuti oleh 15 peserta yang merupakan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) dibawah binaan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bangga melihat kemajuan sektor pertanian dalam modernisasi alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian. Alsintan yang dimaksud meliputi berbagai jenis mesin dan peralatan, mulai dari traktor hingga combine harvester, yang mempermudah pekerjaan petani dan menekan biaya produksi.

Salah satu program untuk mencapai swasembada pangan dapat dilakukan melalui optimalisasi lahan melalui pengembangan pengelola Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) menuju profesional dan mandiri.

“Tentunya program ini perlu melibatkan dukungan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyuluh dan petani muda”, sebut Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan bahwa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) siap mendukung dengan SDM terlatih yang mampu mengoperasikan alsintan.

UPJA sendiri merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya usaha agribisnis berbasis usahatani tanaman pangan, khususnya padi sawah melalui jasa (sewa) alat dan mesin pertanian (alsintan). Adanya UPJA diharapkan dapat memperluas lahan yang dapat dibantu, peningkatan produksi padi serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani setempat.

Oleh karena itu, mekanisasi melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi solusi optimal. Mekanisasi yang efektif membutuhkan SDM terlatih dan profesional untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan lahan pertanian, kata Santi.

Menindaklanjuti arahan Kepala BPPSDMP, Wakil Direktur II Harmanto dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan ini dalam rangka mendukung modernisasi sektor pertanian.

“Penggunaan alat dan mesin pertanian yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Oleh karena itu, kemampuan para operator dalam mengoperasikan dan merawat alat tersebut menjadi sangat penting,” ujar Harmanto.

Peningkatan alat dan mesin pertanian dapat mengarahkan Indonesia pada peningkatan daya saing Global. Dengan menggunakan teknologi pertanian yang canggih, sektor pertanian di Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif secara global.

Mengakhiri sambutan Hermanto menyatakan bahwa dengan teknologi pertania dapat mempercepat ekspor produk pertanian dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Memoderasi alat dan mesin pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertanian Indonesia agar menjadi lebih berkelanjutan, efisien dan berdaya saing global.

PEPI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian melalui berbagai program pelatihan dan bimbingan teknis, guna mencapai pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content