Cetak SDM Wujudkan Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Seleksi Wawancara Peserta PMB

TANGERANG – Sebanyak 85 orang Putra/Putri terbaik mengikuti seleksi wawancara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan mulai tanggal 15 – 16 April 2025, secara online dan offline, di Kampus PEPI Selasa (15/04/2025).

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Enrico Saefullah menyatakan bahwa pelaksanaan wawancara ini, merupakan seleksi ke II dari seleksi Verifikasi berkas yang sudah dilakukan minggu lalu. Adapun jalur pendaftaran diantanya sebanyak 29 calon dengan jalur pendaftaran Undangan SMK-PP dan Mitra, sebanyak 24 calon pendaftar dengan jalur Undangan anak petani prasejahtera dan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta anak penyuluh pertanian di Kawasan 3T, sebanyak 16 calon pendaftar jalur Undangan anak petani dan/atau penyuluh pertanian yang berperan pada kecamatan potensi Kawasan strategis pertanian dan sebanyak 16 calon pendaftar jalur undangan anak petani dan/atau Penyuluh Pertanian Berprestasi.

Hal tersebut senada dengan intruksi Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dalam pengelola pendidikan vokasi pertanian di bawah kendali Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendorong putra/putri terbaik bangsa dalam mengembangkan mesin traktor dalam kegiatan praktikum sehingga dapat mendukung penyediaan alat mesin pertanian (Alsintan) buatan dalam negeri. “Pemerintah berharap Pendidikan vokasi pertanian memprioritaskan 70 persen kegiatan praktikum, saya minta guru/dosen mengajari bagaimana membuat mesin traktor pertanian. Kalau perlu suruh mereka bongkar traktor dan pasang lagi agar tahu bagaimana mengembangkannya. Saya tunggu hasilnya tahun depan,” kata Mentan Amran Sulaiman di Jakarta.

Mentan menegaskan dalam rangka mendukung pembangunan pertanian diperlukan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manejerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis, agar pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian tetap mampu membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi.

“Upaya utama regenerasi SDM pertanian melalui pendidikan vokasi. Polbangtan dan PEPI sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan kampus yang melahirkan generasi milenial yang tiada henti berinovasi sebagai modal mahasiswa ketika terjun ke masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala Badan (PPSDMP), Idha Widi Arsanti optimis pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial yang berdaya saing tinggi, berkompetensi dan jeli melihat potensi pasar.

“Kementan harap institusi pendukung pertanian mampu menciptakan kandidat siswa yang siap bersaing dan ditempatkan dimana saja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Juga paham sistem agribisnis, sarana dan prasarana pertanian hingga faham bagaimana cara merawat alsintan,” katanya.

Dedi menambahkan, Kementan berharap terlahirnya alumni berkualitas dan bisa beradaptasi bahkan hingga membuka lapangan pekerjaan bagi petani milenial lain.

“Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seperti IoT, Kementan harap para petani milenial mampu beradaptasi dan melakukan pengembangan yang berkaitan dengan dunia pertanian, untuk meningkatkan kualitas produk pertanian,” katanya.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content