Buka Pendaftaran, Politeknik Enjiniring Kementan Bidik Siswa Siswi SMKPP Binaan Kementan Provinsi Lampung

LAMPUNG – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan pertanian memerlukan SDM pertanian yang berkualitas, sehingga pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian akan mampu membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi.

Selain itu, Amran juga mengatakan regenerasi petani merupakan hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

“Regenerasi petani merupakan hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas”, tegasnya.

Salah satu upaya regenerasi SDM pertanian, khususnya pelaku utama dan pelaku usaha melalui pendidikan vokasi. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan pabrik pencetak generasi milenial yang harus terus sosialisasi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di dua Sekolahan Menengah Kejuruan (SMK) Negeri binaan Kementerian Pertanian Provinsi Lampung, kamis (3/3/24).

Muharfiza, Direktur PEPI bersama Wakil Direktur II Kemahasiswaan dan Alumni, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan serta civitas hadir pada Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Lampung dan SMK N 1 Gedong Tataan sebagai upaya untuk mendapatkan siswa/I terbaik. Nantinya putra/putri tersebut dapat meningkatkan kemampuan kompetensi bidang pertanian, pengolahan hasil, tata air, dan mekanisasi pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan jalur penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 yang diantaranya jalur undangan, jalur tugas belajar, jalur Kerjasama, jalur umum dan jalur prestasi. Adapun jalur SMK binaan Kementerian Pertanian sudah dibuka mulai tanggal 26 Februari s.d 31 maret 2024.

“Untuk jalur undangan SMKN binaan Kementan dipastikan ada keterwakilan setiap sekolahan untuk memilih siswa yang dinyatakan memiliki prestasi yang terbaik. Tak hanya itu saja sekolahan juga dapat mendaftarkan siswanya pada jalur anak petani dan penyuluh berprestasi atau pun jalur umum yang sudah dibuka, tegas Muharfiza.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pendidikan vokasi menjadi jawaban atas kebutuhan SDM pertanian yang andal, dengan menyatukan antara kemampuan intelektual dengan pengembangan karakter.

“Kekuatan karakter sangat penting, karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada,” jelas Dedi.
“Pendidikan vokasi pertanian menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pertanian, sebagai wadah menjaring SDM-SDM berkualitas yang nantinya akan menjadi pelopor pembangunan pertanian”, tambah Dedi.

Dedi menambahkan, Kementan berharap terlahirnya alumni berkualitas dan bisa beradaptasi bahkan hingga membuka lapangan pekerjaan bagi petani milenial lain.

“Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seperti IoT, Kementan harap para petani milenial mampu beradaptasi dan melakukan pengembangan yang berkaitan dengan dunia pertanian, untuk meningkatkan kualitas produk pertanian,” katanya.

 103 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?