Berkebun Sayuran Cepat Panen dan Menguntungkan di Era Pandemi Covid-19

Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menghadapi masa pandemi Corona atau COVID-19 seperti saat ini. Mardison Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menyatakan, bahwa sayuran menjadi ketahanan pangan dalam situasi saat ini dan harus mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sayuran dalam situasi saat ini menjadi ketahanan pangan yang harus mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucap Mardison saat Apel pada teleconfren Aplikasi zoom kepada seluruh pegawai PEPI pada Senin (29/6/2020).

Selanjutnya ia menyampaikan pada saat pandemi ini tidak hanya melumpuhkan aspek kesehatan namun aspek sosial dan ekonomi pun ikut melumpuh.

“Masa pandemi ini melumpuhkan aspek kesehatan, tidak hanya itu kondisi ini pun melumpuhkan aspek sosial dan ekonomi, diketahui sektor kesehatan menjadi sektor awal yang di bebankan,” tambahnya

Akan tetapi mardison juga mengatakan bahwa pertumbuhan pertanian dalam ketahan pangan mengalami perkembangan dengan luar biasa dan dapat menguntungkan.
“Pertumbuhan pertanian dalam ketahanan pangan luar biasa dan jika kita bedah lagi beberapa komunitas mengatakan mendapatkan keuntungan hasil dari tumbuhan sayuran,” paparnya

Tidak hanya itu, mardison menjelaskan, bahwa pertumbuhan pertanian dapat terus berkembang meski dalam keadaan krisis seperti yang terjadi pada krisis 1998.

“Pertumbuhan pertanian terus berkembang meskipun dalam keadaan krisis, pada saat krisis 1998 sektor pertanian yang masih dapat pertumbuhannya positif, dan kita lihat dengan keadaan covid-19 apakah pertumbuhan pertanian akan tetap positif, ini menjadi tantangan,” jelasanya

Ia pun menyarankan kepada seluruh penyuluh agar dapat meningkatkan kepekaan terhadap keadaan dan menjadikan kesempatan.

“Kami juga menyarankan kepada penyuluh untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap kesempatan yang tepat, seperti kita akan menghadapi kemarau basah dan banyak tanaman yang cocok dalam hal ini, seperti tanaman jagung,” ujar mardison.

Saat ini, kata Mardoson, Provinsi Banten menjadi 10 master besar berpotensi tinggi untuk tanaman padi. Dan selanjutnya bagaimana tantangan kedapannya.

“Kita bergerak bersama agar tidak menjadi ketakutan sehingga dapat menjadi jawaban dari tantangan tersebut. Jadikan ketahan pangan, Banten untuk Indonesia,” tandasnya. 

 27 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?