Berantas Mafia Beras, Pedagang dan Konsumen Beras Happy

Tangerang – Daya beli masyarakat terhadap beras di pasar tradisional dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan ini terjadi setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Satgas Pangan dan Mabes Polri mengungkap praktik kecurangan beras premium oplosan yang dijual di swalayan dan pasar modern.

Dari hasil survei langsung pada Rabu (6/8/2025), sejumlah pedagang di pasar tradisional Serpong, Kabupaten Tanggerang, mengaku mengalami kenaikan pendapatan. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih memilih membeli beras dari sumber yang dianggap lebih terpercaya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengumumkan temuan beras oplosan yang merupakan campuran antara beras medium subsidi dengan beras premium. Temuan ini mengejutkan masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan kualitas beras yang beredar di pasaran. Menanggapi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli bahan pokok.

Alih-alih mengeluh dirugikan, pedagang beras justru mengaku penjualan meningkat karena masyarakat kini lebih percaya membeli langsung di pasar dibanding di ritel modern.

Menurut Ningsih (32) pedagang beras di pasar tradisonal Serpong, pembeli kini lebih hati-hati dan memilih melihat sendiri kualitas beras sebelum membayar. “Kalau mereka beli di sini kan bisa dilihat tuh berasnya bagus atau enggak. Kalau beli beras yang merek-merek itu kan jadi kayak beli kucing dalam karung… eh beras dalam karung ya, hahaha,” ujar Ningsih sambil tertawa.

hal yang sama disampaikan oleh salah satu konsumen Indria (35) mengungkapkan setelah mendengar isu beras oplosan di internet dan pemberitaan, pihaknya sekarang ini lebih senang membeli beras di pasar tradisional dikarenakan bisa melihat dan merasakan langsung kualitas beras yang dibelinya, dibandingkan membeli beras yang dikemas dalam kemasan plastik laminasi yang dijual di swalayan-swalayan.
“Setelah mendengar berita itu, sekarang saya lebih senang dan mulai beralih membeli beras di pasar tradisional, karena di situ saya bisa melihat langsung berbagai jenis beras dan kualitasnya, bisa saya raba dan cium baunya atau lihat warna dan bentuknya sehingga yakin dengan kualitasnya, jadi tidak merasa dibohongi,” ujar indria

Indria juga mengungkapkan terima kasihnya kepada Menteri Pertanian karena telah membongkar praktik pengoplosan beras ini, karena dengan demikian pihaknya merasa dilindungi.

“Terima kasih kepada Bapak Mentan karena dengan terungkapnya kasus beras oplosan ini, kita sebagai konsumen menjadi lebih waspada dan hati-hati dalam membeli beras,” pungkas Indria

Kenaikan daya beli di pasar tradisional ini diharapkan menjadi momentum bagi para pedagang untuk terus menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen. Sementara itu, pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku kecurangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content