Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

BOGOR – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan siap kerja serta berdaya saing global di sektor pertanian.

Kegiatan berlangsung di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Bogor, selama tiga hari, Kamis–Sabtu (8–10 Januari 2026). Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri pertanian.

Penguatan kurikulum vokasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan pertanian dalam menghasilkan SDM unggul, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi tenaga profesional yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.
Menteri Pertanian juga mendorong perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian untuk memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan porsi praktik dan inovasi, serta melahirkan lulusan yang siap mengawal program strategis pertanian nasional. Penerapan kurikulum OBE dinilai selaras karena berfokus pada hasil pembelajaran dan kompetensi lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil sektor pertanian.
Santi juga mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menyusun kurikulum yang link and match dengan dunia usaha dan industri, memperkuat pembelajaran berbasis praktik, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, karakter, dan daya saing tinggi.

Direktur PEPI, Harmanto, Kamis (8/1/2025) menegaskan bahwa PEPI secara konsisten menempatkan praktik sebagai porsi utama pembelajaran dibandingkan teori.


“Kami merancang pembelajaran agar mahasiswa mampu menghasilkan produk yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Kurikulum OBE kami terapkan untuk memastikan setiap mata kuliah benar-benar berorientasi pada capaian kompetensi lulusan,” tegas Harmanto.

Ia juga menyampaikan target institusi untuk mendorong seluruh program studi meraih akreditasi unggul. Saat ini, akreditasi perguruan tinggi PEPI telah berperingkat Baik Sekali, sementara beberapa program studi masih berada pada peringkat Baik. Melalui workshop ini, penyusunan dokumen kurikulum OBE ditargetkan rampung secara optimal guna mendukung pencapaian perguruan tinggi unggul.

Wakil Direktur I PEPI, Andy Saryoko, dalam pemaparannya menyampaikan, penerapan kurikulum OBE merupakan amanat Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 yang mewajibkan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran berbasis capaian lulusan. OBE menitikberatkan pada hasil pembelajaran yang dapat ditunjukkan lulusan, bukan sekadar penguasaan materi.

Melalui workshop ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan relevansi lulusan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional serta memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content