Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah umum bertema “Pengembangan Komoditas Kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah: Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda di Sektor Pertanian” pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di kampus PEPI di Kabupaten Tangerang serta disiarkan secara daring melalui Zoom.
Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber utama Haili Yoga yang memaparkan potensi besar Kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah dikenal hingga pasar internasional.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Andy Saryoko, dosen di PEPI. Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan komoditas kopi.
Hal ini sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya regenerasi petani serta peningkatan nilai tambah komoditas pertanian. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta penguatan hilirisasi produk.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Wida Arsanti dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyampaikan bahwa mahasiswa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali tidak hanya pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta penguatan jejaring agribisnis.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah seperti Kopi Gayo sebagai peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi.
Direktur PEPI Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan upaya kampus untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pengembangan komoditas pertanian unggulan serta peluang besar yang dapat dikembangkan generasi muda di sektor pertanian.
Menurutnya, perguruan tinggi vokasi seperti PEPI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek besar. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, generasi muda dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian modern,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Haili Yoga menjelaskan bahwa Kopi Gayo dari wilayah Aceh Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, teknologi, serta keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
“Kopi Gayo bukan hanya produk unggulan daerah, tetapi juga kebanggaan Indonesia di pasar global. Peran generasi muda sangat penting untuk membawa pertanian ke arah yang lebih modern dan berdaya saing,” kata Haili.
Selain membahas potensi komoditas, kuliah umum ini juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari regenerasi petani, penerapan teknologi pertanian modern, hingga penguatan daya saing produk di pasar global.
Melalui kegiatan ini, PEPI berharap mahasiswa dan generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Kuliah umum ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam memajukan pertanian Indonesia.
Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap berperan aktif dalam membangun pertanian Indonesia yang inovatif, modern, dan berkelanjutan.
![]()