Bangka Selatan — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ikut hadir dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Ballroom Gale-Gale Restaurant, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (5/3/2026). Seminar yang mengangkat tema “Mengawal Mandat Pangan: Harmonisasi Langkah Legislatif dan Petani dalam Program Ketahanan Pangan Era Presiden Prabowo” tersebut menjadi wadah diskusi strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan sektor pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 500 orang dari berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, serta para penyuluh pertanian, petani, dan perwakilan lembaga pendidikan pertanian dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).
Kehadiran PEPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia pertanian serta mendorong penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian di lapangan. Melalui keterlibatan tersebut, PEPI turut berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh elemen pembangunan pertanian didorong untuk bekerja lebih cepat, terukur, dan kolaboratif dalam mewujudkan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. Menteri Pertanian menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus didukung oleh penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang turut hadir dalam kegiatan ini menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam melakukan pendampingan teknologi kepada petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani di daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.
Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa program Brigade Pangan memberikan dampak positif dalam menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di Bangka Belitung, banyak anak muda yang sebelumnya bekerja di sektor pertambangan kini mulai tertarik menjalankan usaha di bidang pertanian karena dinilai memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.
Menurutnya, penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal Brigade Pangan agar berhasil dalam menjalankan usaha tani, termasuk membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani, khususnya generasi muda.
Penyuluh juga diharapkan terus bersemangat dalam mendampingi berbagai program utama Kementerian Pertanian dan mampu membuktikan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke Kementerian Pertanian memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian. Hal tersebut mencakup upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, penguatan hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan berbagai program strategis lainnya, ujar Harmanto.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terbitnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2026 memberikan mandat kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Pemerintah pusat bertugas menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab menjaga keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta tidak mengalihfungsikan BPP.
Sebagai bentuk motivasi, penyuluh yang mampu mencapai target kinerja akan diberikan penghargaan (reward). Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja penyuluh dalam mendampingi petani dan mengawal berbagai program pembangunan pertanian di lapangan.
Peran penyuluh dinilai sangat vital dalam mengawal berbagai program pembangunan pertanian, mulai dari pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT), penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah, pendampingan petani, pengembangan hilirisasi, hingga pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Khusus untuk pupuk subsidi, proses verifikasi dan validasi penebusan harus melibatkan tim yang terdiri dari dinas terkait bersama penyuluh pertanian agar penyaluran tepat sasaran.
Seminar ini menjadi wadah diskusi strategis antara pemerintah, legislatif, penyuluh, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya dalam memperkuat sinergi guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran PEPI bersama BRMP Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong modernisasi pertanian serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Bangka Belitung. (*)
![]()