Dari Aceh untuk Ketahanan Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Bimtek Brigade Pangan 2025

ACEH —Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas Brigade Pangan (BP) dalam penerapan teknologi pertanian modern dan pengelolaan usaha tani berbasis kelompok, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Brigade Pangan Tahun 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dan diikuti oleh 93 Brigade Pangan dengan pelaksana utama para penyuluh pertanian pendamping. Bimtek tersebut digelar mulai 3 November hingga 7 November 2025, mencakup 14 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.

Pelaksanaan Bimtek ini bertujuan untuk mengimplementasikan hasil pelatihan Training of Trainers (ToT) yang sebelumnya telah dilaksanakan, melalui berbagai kegiatan teknis, simulasi, dan praktik lapangan di wilayah kerja masing-masing Brigade Pangan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan penyuluh dan petani dalam menerapkan teknologi pertanian modern sekaligus memperkuat kelembagaan Brigade Pangan di tingkat daerah.

Setiap kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota masing-masing, dengan pendampingan dari Liaison Officer (LO) Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Pelaksanaan Bimtek juga dihadiri oleh jajaran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan unsur Babinsa di wilayah setempat yang turut berperan dalam penguatan kelembagaan serta pendampingan Brigade Pangan di lapangan.

Penyelenggaraan Bimtek ini merupakan langkah nyata PEPI dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di daerah, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk memperkuat kelembagaan petani, mendorong penerapan teknologi modern, dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, Polbangtan dan PEPI berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran terapan yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada praktik langsung di lapangan, agar para penyuluh, petani, dan anggota Brigade Pangan mampu menerapkan inovasi teknologi pertanian modern secara efektif.

Senada dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya peran pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian dalam membangun kompetensi penyuluh serta memperkuat kelembagaan petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.
Pelaksanaan Bimtek akan dilakukan selama lima hari di setiap lokasi dengan jumlah peserta 15 orang per Brigade Pangan, serta didukung oleh panitia dan narasumber dari daerah. Total terdapat 14 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan ini.

Direktur PEPI, Harmanto mengharapkan dukungan dan kolaborasi aktif dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh untuk memfasilitasi pelaksanaan Bimtek di wilayah kerja masing-masing. Dukungan yang diharapkan mencakup penyediaan lokasi kegiatan, pelibatan narasumber lokal seperti pejabat teknis, praktisi, dan tokoh masyarakat yang relevan, serta dorongan partisipasi aktif penyuluh dan anggota Brigade Pangan agar kegiatan berjalan optimal.

Harmanto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan menghasilkan tindak lanjut konkret di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, PEPI berharap terus memperkuat peranannya sebagai institusi vokasi pertanian di bawah Kementerian Pertanian yang berkomitmen dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya dalam mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional’ tutup Harmanto.

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content