Wapres Gibran Tekankan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Kementan kenalkan Traktor Biofuel di Tanam Jagung Nasional

Wapres Gibran Tekankan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Kementan kenalkan Traktor Biofuel di Tanam Jagung Nasional

BANTEN– Penggunaan alat dan mesin pertanian modern (alsintan) serta pelibatan anak muda dan kampus dalam inovasi pertanian, termasuk riset dan penerapan teknologi seperti drone, kecerdasan buatan (AI), serta pengolahan hasil jagung menjadi produk bernilai tambah seperti tepung, minyak jagung, etanol, dan pakan ternak.

Hal tersebut disampaikan WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan penanaman jagung varietas unggul secara serentak di 33 titik yang tersebar di Provinsi Banten.

“Kita sebagai pembantu Presiden punya kewajiban untuk memastikan visi-misi beliau berjalan dengan baik, salah satunya di bidang ketahanan pangan. Cara-cara kerja kolaboratif seperti ini harus diteruskan dan diperluas untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan,” ujarnya saat memberikan arahan pada acara Penanaman Serentak Jagung Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri bertempat di Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, Banten, Rabu (8/10).

Pada kesempatan yang sama, Amran menyampaikan laporan capaian produksi jagung nasional yang terus meningkat signifikan berkat sinergi lintas lembaga, termasuk dukungan Polri dan seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Izin Pak Wapres, tahun ini produksi jagung kita meningkat 1,5 juta ton dibanding tahun lalu. Tahun 2024 kita produksi 15 juta ton, dan tahun ini ditargetkan mencapai 16,6 juta ton. Kenaikan ini berkat kerja keras Polri, TNI, dan seluruh petani Indonesia,” terang Amran.

Tidak hanya itu, kenaikan produksi jagung juga berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani. Dengan harga rata-rata Rp5.500 per kilogram, tambahan pendapatan petani dari jagung diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 triliun.

Amran juga mengungkapkan bahwa tren positif ini juga terjadi pada komoditas beras nasional yang meningkat dari 30 juta ton menjadi 34 juta ton, dengan estimasi kenaikan pendapatan petani mencapai Rp113 triliun.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengungkapkan hibah traktor biofuel ini merupakan awal dari langkah besar dalam mempercepat proses mekanisasi pertanian di Indonesia.

Menurutnya, traktor-traktor ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi kerja di lapangan, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang lebih terampil dan siap menghadapi tantangan global.

“Kerja sama ini adalah langkah awal yang sangat penting. Kami berharap, dengan penggunaan traktor ini, kami dapat meningkatkan kapasitas SDM pertanian Indonesia untuk memanfaatkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien,” ujar Santi.

Langkah ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang terus mendorong percepatan adopsi teknologi pertanian modern, guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Namun, hibah ini tidak hanya terbatas pada penyerahan alat. Kementerian Pertanian berencana untuk memanfaatkan traktor-traktor ini sebagai alat untuk pelatihan di berbagai pusat pendidikan pertanian.

Dengan tujuan untuk memberikan keterampilan kepada petani dan mahasiswa pertanian, hibah ini akan mempercepat adopsi teknologi baru dalam dunia pertanian. Santi menjelaskan bahwa beberapa traktor akan diuji di berbagai jenis lahan, seperti lahan kering, sawah basah, dan rawa. Ini untuk memastikan bahwa traktor-traktor ini dapat digunakan secara optimal di berbagai kondisi lapangan yang ada di Indonesia.

“Kami akan melakukan uji coba di berbagai jenis lahan untuk memastikan kesesuaian alat ini. Beberapa sudah dilengkapi dengan roda besi, yang cocok digunakan di lahan basah atau rawa,” tambah Santi.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto yang ikut serta dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Indonesia saat ini semakin serius untuk menggarap pertanian ramah lingkungan, hal ini ditandai dengan diterimanya hibah 15 traktor biofuel dari Korea kepada Kementerian Pertanian, jadi langkah awal menuju pertanian modern dan berkelanjutan. Penerapan pertanian modern menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pangan yang tangguh serta mewujudkan cita-cita swasembada pangan secara berkelanjutan

Sebanyak 15 unit traktor roda empat berbasis biofuel diserahkan oleh Korea Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITECH) sebagai upaya pengembangan teknologi pertanian guna terciptanya sumber daya yang tangguh. PEPI sebagai Pendidikan Vokasi memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi khususnya Traktor Roda 4 dalam hal pengembangan Enjin dan serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian tersebut, Tegas, Harmanto saat mengunjungi Tanam Jagung di Tigaraksa Banten (*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content