Aceh – Dalam rangka memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan di Provinsi Aceh. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) memberikan penguatan kepada Brigade Pangan (BP) di provinsi Aceh dengan dilaksanakan kegiatan koordinasi yang membahas strategi percepatan program Luas Tambah Tanam (LTT), optimalisasi lahan (oplah), serta peran brigade pangan sebagai garda terdepan mendukung ketahanan pangan.
Kegiatan ini di buka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dan dihadiri oleh Pj Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh, Direktur PEPI, Wakil Direktur I dan III PEPI, para Kepala Bidang, Koordinator Jabatan Fungsional jajaran penyuluh pertanian serta Brigade Pangan pada Kamis (18/09/2025).
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa melalui Brigade Pangan, Kementerian Pertanian tidak hanya berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan dan swasembada pangan, namun juga untuk membentuk ekosistem agribisnis baru dan modern bagi generasi muda petani.
“Program ini (Brigade Pangan) tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” katanya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti dalam sambutannya juga mengatakan Saat ini, kita didorong untuk segera menyelesaikan kegiatan tutup tanam dalam rangka mendukung program Brigade Pangan, khususnya untuk periode Oktober 2024 hingga September 2025. Kami berharap melalui keterlibatan Brigade Pangan, petani dapat melakukan tanam lebih dari empat kali dalam setahun. Oleh karena itu, kita targetkan kegiatan tutup tanam dapat tercapai pada bulan September 2025.
Arsanti juga menegaskan bahwa Brigade Pangan dibentuk sebagai model transformasi pertanian di Indonesia. “Brigade Pangan harus mandiri dan menjadi agen – agen perubahan pertanian di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi transformasi pertanian kita. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagi petani konvensional untuk beralih ke sistem pertanian modern yang lebih terorganisir dan produktif,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur PEPI, Harmanto juga menekankan peran penyuluh dan brigade pangan dalam memberikan pendampingan langsung kepada petani di lapangan. “Dengan koordinasi yang baik, setiap program akan lebih terarah dan efektif,” jelasnya.
Harmanto sangat berharap bahwa dengan meningkatnya frekuensi tanam melalui berbagai program yang telah disiapkan, produksi pertanian juga dapat meningkat secara signifikan. Melalui rapat koordinasi Brigade Pangan, kami menargetkan seluruh kabupaten, khususnya enam kabupaten di Provinsi Aceh, dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Melalui forum koordinasi ini, diharapkan adanya kesepahaman bersama untuk mempercepat implementasi program, mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan, sekaligus memperkuat komitmen menuju swasembada pangan yang berkelanjutan(*)
![]()