Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kapasitas Penyuluh Pertanian Pendamping dan Praktisi melalui ToT

ACEH – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas Brigade Pangan (BP) dalam pengelolaan usaha tani padi, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh pertanian pendamping dan praktisi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia mendukung BP Pengelolaan Usaha Tani Padi, selama lima hari mulai 21 s.d 25 Juli 2025 bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Aceh.

Pentingnya sektor pertanian dalam kehidupan manusia sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak serta bioenergi mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi pangan. Hal ini sebagai upaya dalam mengejar target swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu yang digalakkan untuk mewujudkan hal tersebut adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP) yang akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis sehingga menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan, Brigade Pangan adalah pasukan terdepan yang melibatkan petani dengan dikawal oleh penyuluh pertanian, Babinsa, dan pegawai ASN Kementan, serta generasi muda untuk berkolaborasi dalam mengoptimalkan sektor pertanian. BP menjadi garda terdepan dalam rangka menggerakkan para petani untuk lebih produktif terutama bagi petani milenial, ungkap Mentan optimis.

Mentan mengatakan bahwa Program BP tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan petani yang berkelanjutan. Peningkatan kesejahteraan keluarga petani juga bakal target dengan meningkatkan produktivitas pertanian.

Pada kesempatan terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengungkapkan pembentukan BP diharapkan dapat meningkatkan optimasi lahan (oplah) yang sebelumnya hanya satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam.

Semua langkah itu dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo dan Mentan Amran, mewujudkan Indonesia menuju lumbung pangan dunia. Semua pihak harus melakukan kolaborasi untuk mencapai target tersebut.

“Semua pihak harus saling berkoodinasi, baik dengan mentor, pendamping, penyuluh maupun Babinsa agar dapat tercapai. Selain itu penyuluh dan Babinsa akan dilibatkan menjadi pendamping dan nantinya SK akan diproses di pusat,” jelas Santi.

Direktur PEPI, Muharfiza, dalam pembukaan ToT menyampaikan bahwa peserta ToT berasal dari Kabupaten Aceh Timur sebanyak empat orang, Kabupaten Aceh Barat sebanyak lima orang, Kabupaten Aceh Jaya sebanyak sembilan orang, Kabupaten Aceh Utara sebanyak empat orang, Kabupaten Naga Raya sebanyak dua orang, Kabupaten Simelue sebanyak sembilan orang dan peserta tambahan berasal dari kabupaten Aceh Besar sebanyak lima orang.

Adapun narasumber merupakan Widyaiswara, Dosen, dan Penyuluh Pendamping Brigade Pangan, yang sebelumnya telah melaksanakan Training of Trainers Master (ToMT) 6 hingga 11 Juli 2025 di BBPMKP Ciawi”, tegas Muharfiza saat membuka ToT, Senin (21/7/2025).

ToT dikemas dalam bentuk Tematik bagi Pengelola BP. Kita akan melaksanakan ToT ini secara blended learning. Program Brigade Pangan bukan hanya tentang hasil jangka pendek, tetapi juga masa depan pertanian Indonesia.

“Kita ingin memastikan program ini benar-benar berdampak bagi kesejahteraan petani. BP bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi merupakan gerakan nyata untuk memperkuat ketahanan pangan yang bermuara pada swasembada pangan. Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan agar pendampingan yang kita lakukan bisa lebih efektif dan berdampak nyata,” seru Muharfiza.

Selama tiga hari peserta akan mendapatkan materi Penguatan kelembagaan pertanian, Optimalisasi pemanfaatan alsintan, Kemitraan lahan dan contract farming, Analisa usaha tani, Inovasi teknologi budidaya padi lahan rawa, serta analisis kelayakan usaha tani untuk akses KUR.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content