Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Alsintan

TANGERANG- Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk 66 Brigade Swasembada Pangan (Brigade Pangan) di Provinsi Aceh untuk melaksanakan program Optimasi Lahan (Oplah) pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan produksi padi serta pendapatan para petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran brigade pangan dalam mendorong produktivitas pertanian.

“Kita membentuk brigade pangan dan akan memberikan peralatan lengkap. Ada combine harvester, traktor, dan drone. Hasilnya nanti bisa dibagi bersama petani atau disewakan,” ujar Mentan Amran.

Masing-masing brigade pangan terdiri dari 15 orang yang mengelola lahan seluas 200 hektare. Kementerian Pertanian akan melengkapi kebutuhan brigade pangan dengan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), bibit, pupuk, dan obat-obatan senilai Rp 3 miliar.

Skema pembagian hasil pertanian ini menguntungkan semua pihak, dengan komposisi 70 persen untuk brigade pangan yang mengerjakan dan 30 persen untuk pemilik lahan. Selain itu, pemanfaatan alsintan dan teknologi modern diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya hingga 50 persen.

Hal senada juga disampaikan oleh, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti dalam opening statement dalam kegiatan Millenial Agriculture Forum (MAF) Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Vol 6 Edisi 8 dengan Tema “Peran Brigade Pangan Dalam Mewujudkan Swasembada Pangan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Alat dan Mesin Pertanian” secara Virtual, Sabtu (01/03/2025).

“Saat ini kita sedang berada pada bonus demografi bagi para 52% dari Indonesia ini adalah anak-anak muda atau mengelola pertanian kegiatan Inovasi dan kemudian tentu saja pendapatannya ya. Nah ini ketika anak-anak muda bisa mengelola area berkelompok 15 orang kemudian pembangunan pertanian Indonesia bisa lebih maju lagi.” Tegas Arsanti
Pertanian ekstensifikasi untuk mendorong produksi dan konsumsi bahwa sudah ada yang kemudian dijabarkan dalam beberapa pertanian.

Hal ini dapat dicapai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya hal yang tidak boleh kita mengatakan saat ini harus dikelola melalui pertanyaan dengan pertanyaan tradisional yang harus dikelola dalam konteks pertanian modern di mana salah satu inovasi dapat diterapkan sehingga bisa dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama tidak seperti biasanya umurnya sampai 6 bulan.

Dalam kegiatan MAF PEPI Vol. 6 Edisi 8, dihadirkan Tajul Hidayat selaku Kepala Dinas Ketahanan pangan dan penyuluhan Kabupaten Aceh Timur menyampaikan bahwa Komoditi unggulan Kabupaten Aceh Timur yaitu sektor pertanian dan jasa. Sektor pertanian komoditi unggulannya adalah sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi Kelapa Sawit, Kakao, Karet dan Kelapa. Sub sektor pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung dan Ubi kayu.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah memetakan potensi lahan pertanian yang subur dan mengidentifikasi komoditas unggulan seperti padi.
“Peran utama mengoptimalkan lahan Oplah melalui penggunaan teknologi, manajemen yang baik, dan kerja sama yang solid. Brigade pangan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani dan mendorong generasi muda untuk terjun kedalam sektor pertanian,” tegas Tajul.

Setelah program Brigade Pangan berjalan, pengelolaan lahan diharapkan mengalami transformasi signifikan menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Serta perubahan mindset dan Alsintan di Kabupaten Aceh Timur semakin terpenuhi.(*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content