BEKASI – Mahasiswa Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) Tingkat II Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) lakukan kunjungan Teaching Factory (TEFA) ke PT Satrindo Mitra Utama. Tujuan kunjungan dilakukan dalam rangka penyelarasan model pembelajaran yang mengintegrasikan konsep pembelajaran berbasis industri dalam sistem pendidikan vokasi agar menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar industri.
Kunjungan dilakukan oleh Ketua Program Studi TMP, Athoillah Azadi beserta 4 dosen 42 mahasiswa prodi TMP tingkat II, serta 7 pendamping. Kegiatan dibuka oleh Kepala Divisi PT Satrindo, Rendra Nasution yang memaparkan profil perusahaan yang bergerak dibidang agen penyedia alat mesin pertanian, perkebunan maupun kehutanan, Rabu (11/12/2024).
Selaras dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pertanian dapat digarap dengan cara-cara kekinian. Namun hal tersebut harus didukung oleh SDM yang memadai.
“Polbangtan/PEPI menjadi ujung tombak dalam menghasilkan SDM yang kompeten,” kata Amran dalam keterangan tertulisnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan di tangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan. Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0.
“Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM ujarnya,” katanya.
Idha juga mengungkapkan, lulusan PEPI akan dibutuhkan oleh banyak petani dan kelompok tani atau perusahaan-perusahaan untuk kemudian menjadi ujung tombak bagi perkembangan teknologi pertanian yang ada di Indonesia. PEPI sudah dirancang dengan lebih banyak praktek dibandingkan dengan teori, seperti menjadi tenaga operator alat mesin pertanian, teknisi maintenance yang terampil, berintegritas dan memiliki jiwa entrepreneur serta berwawasan industri 4.0.
Athoillah Azadi Ketua Program Studi TMP mengungkapkan, kunjungan ini dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman teknis sekaligus kemampuan soft skills yang dibutuhkan dalam dunia industri. Harapannya, mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja dan dapat berbicara lebih di dunia industri alat mesin pertanian.
“Kami sadar pentingnya memberikan pengalaman industri kepada mahasiswa. Melalui kunjungan TEFA ini, kami harap dapat memberikan wawasan yang bermanfaat serta pengetahuan langsung terkait inovasi, teknologi di industri, serta proses pendistribusian Alsintan. Hal ini menjadi langkah konkret untuk mendukung penciptaan SDM yang siap bersaing dan berkualitas,” ujar Athoillah.
![]()