Kejar Target Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Latih Widyaiswara

TANGERANG – Dalam upaya mencapai target swasembada pangan pada tahun 2025, sebanyak 24 orang widyaiswara yang berasal Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang ikuti pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengoperasian dan Pemeliharaan Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN) yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 04 s.d 06 Desember 2024 bertempat di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), rabu (04/12/2024).

Seperti diketahui Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis. Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Hal ini dinilai dapat tercapai melalui program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) yakni Brigade Pangan untuk petani milenial atau generasi muda.

Brigade Pangan merupakan program kelompok usaha di bidang pertanian dengan masing-masing beranggotakan 15 orang yang mengkoordinir lahan pertanian dengan luas wilayah mencapai 200 hektare (Ha). Untuk menunjang program ini, Amran berujar akan memfasilitasi alat mesin pertanian (alsintan).

Ditambahkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti mengatakan brigade pangan yang digagas oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan partisipasi generasi milenial.

“Melalui pertanian modern brigade pangan ini kita mengundang anak-anak muda mau terjun langsung ke sektor pertanian utamanya adalah pada budidaya padi, harapannya bisa semakin meningkatkan langsung produksi,” jelas Santi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur I Andy Saryoko saat membukan Bimtek Pengoperasian dan Pemeliharaan Alat dan Mesin Pertanian di ruang rapat Senat PEPI. Sebanyak 17 Widyaiswara BBPP Lembang dan 7 Widyaiswara BBPKH Cinegara akan diberikan kompetensi dalam hal pemeliharaan preventif yang dilakukan secara rutin untuk mencegah terjadinya kerusakan pada alat atau mesin pertanian. Ini termasuk pemeriksaan, pelumasan, pengencangan komponen, dan pembersihan.

Pemeliharaan alat dan mesin pertanian adalah aspek yang sangat penting dalam kegiatan pertanian modern. Dengan melakukan pemeliharaan secara berkala, petani dapat memastikan bahwa alat dan mesin yang digunakan berfungsi optimal, mengurangi kerusakan mendadak, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha pertanian. Pemeliharaan ini juga dapat membantu mengurangi biaya perawatan dan perbaikan dalam jangka panjang.

“Dengan memanfaatkan teknologi modern, kita tidak hanya bisa meningkatkan hasil panen, tetapi juga meringankan beban kerja petani,” ujar Andy Saryoko.

Selama kegiatan, Widyaiswara tersebut, diberikan kesempatan untuk secara langsung mencoba berbagai jenis alsintan seperti Combine Harvester, Transplanter, Traktor R4, dan Traktor R2. Dengan didampingi oleh Dosen PEPI yang berpengalaman serta diajarkan cara mengoperasikan alat-alat tersebut secara benar dan efektif. (*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content