Wujudkan Pertanian Modern, Politeknik Enjiniring Kementan Bersinergi Dengan SITH ITB Upayakan Teknologi Baru Tradisional ke Modern

Tangerang—Mahasiswa S1 Program Studi Rekayasa Pertanain, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) kunjungi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang merupakan salah satu pendidikan vokasi di bidang enjiniring pertanian dan teknologi yang berada di lingkup Kementerian Pertanian. Dalam kunjungan tersebut disambut langsung oleh civitas akademika PEPI bertempat ruang rapat senat, rabu (13/11).

Direktur PEPI Muharfiza menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah memprioritaskan PEPI sebagai lokasi kunjungan lapangan mata kuliah BA3121 Mesin Pertanian S1. Pertanian butuh kerangka teknologi dalam mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern. Kerangka ini sekaligus jawaban atas pesatnya modernisasi yang mendukung program swasembada pangan.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan, petani kini memiliki peluang untuk meraup hingga Rp 10 juta per bulan dengan bergabung dalam Program Brigade Pangan.

Brigade Pangan merupakan program kelompok usaha di bidang pertanian dengan masing-masing beranggotakan 15 orang yang mengkoordinir lahan pertanian dengan luas wilayah mencapai 200 hektare.

Fokus utama pembentukan brigade pangan adalah menggerakkan sumber daya lokal, memanfaatkan lahan tidur dan mendukung peningkaan produksi diberbagai sekor peranian untuk memperkuat swasembada pangan.

Terkait hal ini, Amran mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan sejumlah perguruan tinggi pertanian di Indonesia.

“Kita sudah kolaborasi dengan para rektor perguruan tinggi dan Menteri Pendidikan Tinggi Saintek,” pungkas Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Brigade Pangan adalah bentuk konkret komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui sinergi antara program optimasi lahan, pemanfaaan eknologi peranian dan pengembangan kapasitas petani.

“Untuk itu perlunya penataan agar pelaksanaannya berjalan baik serta mendukung kemajuan sektor pertanian modern di Indonesia”, ungkap Santi.

Untuk mendukung program tersebut, Mahasiswa PEPI harus menjadi penggerak utama inovasi di sektor pertanian modern. Proses perubahan berbagai aspek di bidang pertanian perlunya diprioritaskan salah satu model pertanian modern yang memanfaatkan teknologi adalah Smart Farming atau pertanian pintar.

Direktur PEPI Muharfiza menambahkan bahwa dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian pangan diperlukannya teknologi pertanian khususnya alat mesin pertanian (Alsintan). Alsintan dapat membantu petani mengolah lahan lebih luas dan efisien serta mengurangi biaya produksi dan kehilangan hasil panen.

“Dalam bidang pertanian, mekanisasi mencakup penggunaan alat dan mesin untuk berbagai kegiatan, seperti pengolahan tanah, tanam, penyediaan air, pemupukan, perawatan tanaman, dan pemungutan hasil menjadi mata kuliah yang utama yang wajib dimilikioleh mahasiswa PEPI,” tegas Muharfiza.

Mekanisasi pertanian merupakan komponen penting dalam modernisasi pertanian. Mengurangi budaya gotong-royong, Mengurangi penyerapan tenaga kerja, tidak semua petani dapat mengoperasikan alat mekanisasi, alat mekanisasi kurang ramah lingkungan. (*)

Loading

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?
Skip to content