Tangerang–Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tumbuhnya pengusaha muda sektor Pertanian di 38 Provinsi. Hal ini disampaikan pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Mahasiswa Baru Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2024/2025 Jumat, (20/10).
Sebanyak 126 Mahasiswa baru program Diplomat III Tahun Akademik 2024/2025 resmi dikukuhkan berasal dari 27 Provinsi yang merupakan mahasiswa reguler dan Timor Leste merupakan mahasiswa internasional.
Mahasiswa tersebut terbagi menjadi tiga program studi (Prodi) diantaranya 42 orang Prodi Teknologi Mekanisasi Pertania (TMP), 42 orang Prodi Tata Air Pertania dan 42 orang Prodi Teknologi Hasil Pertanian.
Prosesi pengukuhan ini, menandai diterimanya mahasiswa baru untuk mengikuti proses pembelajaran dikampus PEPI selama tiga tahun kedepan. Nantinya akan menjadi lulusan yang dapat memberikan kontribusi dalam sektor pertanian.
Setiap Lulusan akan ditempa untuk menjadi lulusan job seeker agar mampu terserap di dunia kerja maupun membuka lapangan pekerjaan.
Hal tersebut tentu sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa PEPI merupakan pendidikan tinggi vokasi yang memiliki peran strategis dan berada di garda terdepan dalam mendidik generasi milenial menjadi tenaga-tenaga terampil, professional, dan berdaya kompetitif tinggi yang akan meningkatkan daya saing bangsa.
“Kami yakin PEPI bisa cetak enjiner muda bidang pertanian yang dapat meberikan iovasi pertanian modern kedepannya,” seru Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti pernah menyampaikan bahwa pertanian membutuhkan dukungan dari kalangan milenial untuk menciptakan lapangan kerja.
“Saat ini angka petani milenial masih tergolong kecil, perlunya Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia yang satu satunya dari 7 Polbangtan/PEPI dapat menciptakan petani milenial di seluruh Indonesia, sehingga kita akan terus berupaya mendorong munculnya petani milenial yang tangguh,” ungkap Santi.
“Hadirnya petani milenial yang tangguh akan menjawab tantangan regenerasi petani modern yang ada di Indonesia. Kuliah di PEPI tentu diharapkan mampu melahirkan petani milenial,” ujarnya.
Direktur PEPI, Muharfiza menyatakan bahwa selamat datang Putra/Putri terbaik se-Indonesia, yang sudah menjadi bagian untuk memajukan pertanian modern dibidang teknologi enjiniring pertanian. Inovasi kalian ditunggu oleh bangsa untuk memajukan pertanian modern.
Di depan mahasiswa baru dan wali mahasiswa, untuk mendukung apabila putra putrinya nanti menjadi pengusaha bidang pertanian bidang teknologi enjiniring. Hal ini akan sangat membanggakan karena putra putri Bapak/Ibu bukan sebagai pencari kerja namun dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.” tutur Maharfiza.
Ia juga menegaskan, proses belajar mengajar, mahasiswa akan lebih banyak praktek daripada teori, dengan perbandingan 70 : 30. Kegiatan praktek dilakukan di perusahaan (DUDI), laboratorium, instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat.Disisi lain mendukung program Kementerian Pertanian diantarannya Perluasan Area Tanam, Pompanisasi dan Lahan Rawa. (*)
![]()