Jakarta — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan China untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi, pendidikan, kewirausahaan, serta penelitian dan pengembangan di sektor pertanian.
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung di Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk, Selasa (1/9/2026), dan diikuti sekitar 40–50 peserta dari unsur perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, serta delegasi China.
Kolaborasi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring PEPI sekaligus mendukung arah pembangunan pertanian nasional yang menempatkan penguatan SDM, inovasi teknologi, modernisasi pertanian, hilirisasi, dan peningkatan daya saing sebagai bagian penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan kapasitas SDM pertanian dan pemanfaatan teknologi sebagai fondasi transformasi pertanian nasional. Dalam arah kebijakan tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan SDM kompeten sekaligus mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, turut mendorong pengembangan pendidikan pertanian yang semakin responsif terhadap kebutuhan pembangunan, perkembangan teknologi, dan tuntutan dunia kerja. Pusat Pendidikan Pertanian menjadi salah satu unsur strategis BPPSDMP dalam menyiapkan SDM pertanian melalui pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian.
Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan pengembangan teknologi pertanian harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan pertanian.
“Pengembangan teknologi pertanian harus berjalan bersama dengan pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, PEPI memiliki peran dalam menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian di masa depan,” ujar Harmanto.
Dalam pertemuan tersebut, PEPI memperkenalkan pengalaman dan kapasitasnya dalam pelaksanaan Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Programme dan YESS-SI. PEPI dipercaya sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Banten untuk periode 2024–2029.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal PEPI dalam mengembangkan kerja sama di bidang kewirausahaan dan pengembangan kapasitas generasi muda pertanian. Kolaborasi dengan mitra dari China juga diarahkan pada pengembangan program pertukaran mahasiswa atau Student Exchange Program dengan perguruan tinggi di China.
Selain pendidikan, PEPI membuka peluang kerja sama di bidang Research and Development (R&D), khususnya untuk mendorong pengembangan teknologi dan inovasi pertanian. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, teknologi, serta praktik terbaik antara Indonesia dan China.
Jejaring pendidikan internasional PEPI juga telah berkembang melalui pengalaman menerima dan meluluskan lima mahasiswa asal Timor-Leste. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama pendidikan dan pengembangan SDM dengan mitra internasional.
Dari sisi ekonomi, kerja sama Indonesia–China juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan dan perdagangan produk pertanian, terutama komoditas hortikultura, durian, dan kopi. Potensi kolaborasi juga mencakup bidang logistik, alat dan mesin pertanian (alsintan), pergudangan, serta diversifikasi dan hilirisasi produk pertanian.
Penjajakan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara PEPI, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan mitra dari China. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi untuk mendukung transformasi pertanian.
Melalui penguatan kerja sama internasional, PEPI berkomitmen terus menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, inovatif, adaptif, berjiwa kewirausahaan, serta mampu bersaing di tingkat global dalam mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang modern, maju, dan berkelanjutan.
![]()