Yanmar Agri Product Perkenalkan IOT Menggunakan Smartphone

PT. Yanmar melalui Jati Pralistyo selaku General Manager perkenalkan IOT (Internet of Things) Menggunakan Smartphone dalam kegiatan Webinar Prodi TMP dengan tema Peluang dan Peran serta Teknologi Mekanisasi Pertanian Dalam Pengembangan Perekonomian Bangsa yang diselenggarakan oleh Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, sabtu (3/09)

Dalam webinar tersebut Yanmar memperkenalkan alat-alat pertanian didukung dengan teknologi kekinian. “Teknologi yang menggunakan jaringan internet yang diginakan  untuk melakukan monitor dan smart assist remote.  Salah satunya traktor roda 4 yang sudah dilengkapi dengan internet of thing yang diberi nama telematik sistem dengan genggaman saja bisa tahu di mana posisi unitnya”, Ujar Jati.

Dengan terciptanya IOT, produktivitasnya sehari itu ada berapa berapa hektar atau berapa jam gitu ya dan selanjutnya ini juga bisa mengirimkan tanda-tanda bahaya. Selain untuk operasi manajemen dia juga akan menyimpan alur kepanasan. Hal yang sering terjadi dilapangan yang menyebabkan mesin panas diantaranya penumpukan jerami jerami yang menutupi sirkulasi udara panas pada mesin. 

Hal tersebut kini dapat ditanggulangi dengan tanda-tanda yang dikirimkan oleh pemilik alat, dan pemilik akan tenag jika alat tersebut disewakan. Operatornya sendiri bias langsung berhenti dan akan melakukan perbaikan secara cepat sebelum operator dari Yanmar hadir. 

Jati Pralistyo selaku General Manager perkenalkan beberapa alat-alat pertanian diantaranya pompa air yang dipergunakan mengalirkan air dialirkan ke lahan sawah dengan debit yang cukup. Ekskavator atau mesin pengeruk adalah alat berat yang terdiri dari batang, tongkat, keranjang dan rumah rumah dalam sebuah wahana putar dan digunakan untuk penggalian. Kultivator adalah alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk pengolahan tanah sekunder. Kultivator bekerja dengan menggunakan gigi yang sedikit menancap ke dalam tanah sambil ditarik dengan sumber tenaga penggerak, umumnya traktor.

Alat mesin pertanian tersebut menjawab permasalahan 258 juta penduduk Indonesia di tahun 2019 untuk kebutuhan konsumsi beras atau konsumsi nasi itu ya pertahun sekitar 30 juta ton.  Jadi dipukul rata 120 kg nasi pertahun, jumlah penduduk Indonesia proyeksinya itu kenaikan per tahun sekitar 1,1% sampai 1,4% itu data dari World Bank dari kita sebagai emerging country atau negara berkembang proyeksi pertumbuhan penduduk yaitu 1,1 hingga 1,4% pertahun. 

 5 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?