Wujudkan World Class Polytechnic, Kementan Jalin Kerjasama Dengan PT. EST International

Salah satu program prioritas Kementerian Pertanian adalah mencetak petani milenial, sekaligus mempercepat regenerasi petani. Mewujudkan program tersebut berbagai upaya dilakukan termasuk membangun sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT. EST International.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa regenerasi pertanian jadi prioritas, dan saat ini disiapkan maksimal oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui 10 UPT pendidikan vokasi dibawah naungan Kementan.

“Masa depan pertanian Indonesia ada di generasi milenial. Ada di tangan petani-petani muda, karena melalui merekalah inovasi-inovasi sektor pertanian bisa dihadirkan,” kata Mentan Syahrul.

PT. Energy Solution Technology International (EST Internasional) mendukung Kementerian Pertanian diantaranya bersinergi dengan lembaga pendidikan Tinggi Vokasi melalui kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kerjasama ini disahkan dengan penandatangan MoU antara Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dengan PT. EST International (Energy Solution Technology International).

Dijelaskan Shin Yong Jin, Direktur PT. Energy Solution Technology International (EST Internasional) kerjasama ini dapat memanfaatkan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusia.

“Konsep pendidikan vokasi berbasis pertanian yang dikembangkan oleh Kementan melalui PEPI sangat menarik dan strategis, khususnya membangun generasi muda pertanian yang tangguh,” kata Shin Yong Jin, Jumat (19/02).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan sinergitas dilakukan dalam rangka penguatan penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi bidang enjiniring pertanian untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai serta kredibilitas sertifikasi kompetensi dosen dan lulusan.

“Untuk mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, perlu dilakukan penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan. Peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting untuk membentuk SDM pertanian unggulan yang siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri serta mencetak pelaku usaha pertanian andal dan kreatif”, tegas Dedi.

Ditambahkannya penyempurnaan dan penyusunan kurikulum nasional berbasis kompetensi saat ini dibutuhkan dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri.

“Lembaga pendidikan vokasi juga harus profesional dan mampu sebagai pengusaha pertanian milenial dengan semangat kompetisi tinggi di bidang usaha pertanian,” katanya.

Dedi mengharapkan adanya kerjasama ini dapat menguatkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern.

“Penandatangan MoU ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa melalui pendidikan vokasi yang berwawasan industri dan teknologi bidang pertanian. Hal itu sejalan dengan target Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian yang dikembangkan pada Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) untuk mendukung regenerasi petani dan menghasilkan tenaga andal berbasis teknologi dan mekanisasi”, tutup Dedi.

 670 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?