Wujudkan Ketahanan Pangan, Politeknik Kementan Ikut Lakukan Panen Raya Jagung

BANTEN – Peningkatan produksi jagung nasional merupakan salah satu target program yang tengah didorong Kementerian Pertanian (Kementan) LLC dalam rangka diversifikasi pangan lokal salah satunya dengan perluasan lahan serta intensifikasi penanaman jagung. Pemanfaatan lahan terlantar untuk ditanami jagung tengah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Banten yang bekerjasama bahu membahu dengan berbagai elemen masyarakat guna mengantisipasi kerawanan pangan.

Panen raya jagung digelar masal pada acara gerakan bersatu untuk ketahanan pangan panen raya dan gerakan santri di Kampung Curug Manis, Kota Serang yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, PJ Gubernur Banten Al Mukhtabar dan Walikota Serang Syafruddin (03/08).

Mewakili Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, kunjungan kerja dirinya ke Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang atas izin Presiden untuk panen jagung. Dengan adanya kegiatan panen jagung dan penanaman bibit jagung, diharapkan dapat menstimulasi generasi muda untuk turut serta mendukung program swasembada pangan.

“Ini semuanya bukan kerja pemerintah, ini masyarakat. Kita panen jagung,” ujar Harvick kepada wartawan.

Wamentan menilai jagung menjadi salah satu komoditas yang diminati petani karena produksinya tidak terlalu sulit. Hanya saja, perlu ditingkatkan lagi serta perlunya sinergi dengan off taker.

“Jagung jadi idola, karena mudah, hamanya enggak banyak, menanamnya enggak sulit, tinggal panen,” katanya.

Ia berharap, petani jagung di Banten menjadi salah satu lambung padi nasional. Hal itu sesuai dengan kontur tanah yang berada di wilayah Banten. Oleh karena itu, gerakan ini sebagai bentuk pencegahan krisis pangan global yang mana Kementan telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk mengejar target produksi tersebut. Di antaranya melalui pengembangan lahan kering, mekanisasi budidaya jagung, penggunaan varietas unggul, serta jaminan sarana prasarana produksi.

Hal senada di sampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan pentingnya menggenjot produksi jagung.

“Jagung termasuk dalam diversifikasi pangan lokal yang bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Nilainya tinggi dan bisa dijadikan berbagai produk olahan. Oleh karena itu, kita mendukung agar petani bisa menggenjot produksi jagung,” katanya.

Pemanfaatan lahan tidur di Serang dengan ketersediaan 400 Hektar lahan produktif nantinya akan ditindak lanjuti oleh Menteri Pertanian yang dinilai memiliki peluang untuk penambahan nilai produksi jagung.

Turut hadir pada panen raya, Direktur PEPI Muharfiza menyatakan bentuk dukungannya sebagai insan Pendidikan vokasi dalam menggerakan ketahanan pangan. Muharfiza mengungkapkan dirinya turut hadir menyaksikan langsung bagaimana panen raya dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang khususnya generasi milenial para santri turut andil.

“Saya mengapresiasi penuh peran masyarakat khususnya generasi milenial santri yang turut andil pada kegiatan panen raya. Artinya disini mereka sudah berkecimpung langsung sebagai insan muda pertanian yang melihat langsung bagaimana panen dilakukan dengan teknologi” ujar Muharfiza.

 247 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?