Wabah Virus Menyebar, Panen Melon Tersebar

Meski Covid-19, Petani budidaya melon dikabupaten Ngawi Jawa Timur tetap panen melon. Hal tersebut disampaikan oleh Shinta Ayuning Tyas mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) program studi teknologi hasil pertanian (THP) dari desa brubuh kecamatan jogorogo kabupaten ngawi, Jawa Timur.
Shinta mahasiswa THP menyatakan bahwa tanaman melon milik bapak Agus Pramono dengan luas setenga hektar yang ditanam di area sawah membuahi hasil. Buah melon yang berat 3 kg dilakukan panen serentak oleh 20 orang warga desa brubuh kecamatan ngawi. “Warga desa dengan suka cita melakukan panen tersebut, mereka menyatakan senang dengan hasil panen dikarnakan pada panen ini tanaman melon mereka tidak terjangkit virus seperti biasanya. Buah melon yang meraka panen cukup besar dan manis”, Tegas Shinta.
Panen melon dengan umur 60 hari dengan jumlah 10 ribu batang tersebut dijual dengan harga per buah sebesar Rp 7000/kg bayar di lahan. Namun penjualan tersebut tidak nya di jual di lahan namun disebar di pasar dan indomaret yang berada di kabupaten ngawi.
“Agus juga menyatakan bahwa dirinya melakukan budidaya tanaman melon sudah lima tahun, dan beliau menyatakan bahwa panen pada tahun ini yang memiliki panen banyak”, ujarnya. Untuk hasil panennya 14 ton pak itu diborong sama pedagang dan pemasarannya di daerah jabodetabek.
Agus Pramono saat di wawancarai oleh Mahasiswa PEPI menyatakan bahwa masyarakat di sekitar tidak takut akan virus corona, karena kami mematuhi apa-apa saja yang diperintahkan oleh pemerintah. “Walaupun kabupaten Ngawi sudah dilakukan lockdown namun penyebaran hasil buah melon bisa diterima oleh pasaran. Buah melon tersebut menjadi konsumsi sehari-hari dalam kondisi lockdown”, Tegas Agus saat diwawancarai Shinta di lahan.
Dalam pelaksanaan panen agus menghimbau kepada warganya untuk menjaga jarak dengan orang lain sejauh 1 sampai 3 meter. Menggunakan sarung tangan dan setelah selesai untuk dapat membasuhnya dengan sabun pada air yang mengalir. Peralatan yang sudah dipakai untuk dapat dibersihakan dan diletakkan digudang dan dilakukan penyemporan disinfektan.
Demikian laporan dari Shinta Ayuning Tyas mahasiswi program studi teknologi hasil pertanian (THP) yang langsung dari kabupaten Ngawi Jawa Timur. Beliau menambahkan bahwa “Saya bangga dengan pertanian saat ini, patani melon tidak berhenti untuk mencukupi produksi kebutuhan untuk wilayah kabupaten dan provinsi. Walapun wabah virus Covid 19 melanda namun petani disini tidak berhenti untuk mendukung program pemerintah”. (drea)

 20 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?