Upgrade Kompetensi, Politeknik Enjiniring Kementan Praktik Kerja Lapangan di DUDI

Tangerang— Sebagai upaya menghasilkan lulusan qualified job seeker dan job creator Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian melangsungkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) pada tanggal 26 Februari hingga 5 April 2024.

Sebanyak 66 mahasiswa dari program studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian dan Tata Air Pertanian tersebar di 15 lokasi Pelaksana PKL Tahun Akademik 2023/2024 yang terdiri dari PT. Bima Sahabat Bumi, PT. Senotech Indonesia, Dinas Pertanian Kab. Tanah Datar, CV. Adi Setia Utama Jaya (Gunung Biru), PT. Yanmar Diesel Indonesia, PT. Maxxi Tani Teknologi, P4S Bengkel Mimpi, PT. Daya Sentosa Rekayasa, CV. Soebi Agricultura Indonesia, PT. Habibi Digital Nusantara, PT. Bahagia Jaya Sejahtera, PT. Raja Ampat Indotim, PT. Sinergi Brebes Inovatif, LDPM Sidomulyo, dan CV. Setia Berkah Abadi (Mocaf).

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman terus melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis utamanya padi dan jagung. Diantarannya dengan penggunaan teknologi, pendampingan petani melalui penyuluh, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul serta optimalisasi lahan marjinal seperti lahan rawa.

Menindaklanjuti program tersebut Mentan mengatakan tongkat estafet pertanian harus segera diberikan kepada generasi milenial, sebab mereka lah yang akan meneruskan sektor pertanian yang akan semakin mandiri, maju dan modern.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) meminta seluruh pelaksana Pendidikan vokasi lingkup Kementan mulai dari Direktur, Wakil Direktur, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Dosen, Guru hingga tenaga pendidikan lainnya hingga untuk serius melaksanakan tupoksi pendidikan vokasi pertanian yakni mewujudkan alumni qualified job creator serta qualified job seeker yang akan bermitra dengan dunia usaha/dunia industri/dunia kerja serta lembaga terkait.

Dedi menjelaskan penguatan pendidikan vokasi pertanian dilakukan melalui dua cara yakni regenerasi dan penumbuhan minat generasi muda pertanian serta penyelenggaraan pendidikan vokasi berbasis kompetensi.

“Petani serta wirausaha muda pertanian diharapkan lahir dari proses belajar mengajar di SMKPP, perguruan tinggi, maupun program-program lainnya. Memasuki era Industri 4.0, masyarakat pada umumnya dan generasi muda pertanian pada khususnya harus mulai memahami arti penting sistem digitalisasi. Persaingan yang ketat di tingkat global harus diimbangi dengan pola-pola pergerakan usaha baik itu usaha tani dan bisnis lainnya secara lebih efisien, lincah, dan produktif”, tegas Dedi.

Dedi juga menambahkan pembangunan pertanian masa depan akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet of things (IoT), big data, artificial intellegence (AI), human-machine interface, robotic, sensor, dan lainnya.

Perkembangan ini menjadikan teknologi dan inovasinya sebagai modal utama dalam menarik generasi muda untuk menggeluti bidang pertanian, baik secara keilmuan ataupun praktik langsung di lapang.

Wakil Direktur I Bidang Pendidikan, Andy Saryoko mengatakan mahasiswa PKL akan melaksanakan serangkaian kegiatan di perusahaan-perusahaan atau lembaga-lembaga yang erat kaitannya dengan mekanisasi pertanian selama kurang lebih 2 bulan.

“Melalui PKL mahasiswa akan memperoleh tambahan ketrampilan, informasi, wawasan dan pemahaman terhadap permasalahan tertentu, sehingga mampu membandingkan antara teori dan pelaksanaan praktek di lapangan” ujar Andy.

Andy menambahkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kesempatan bagi mahasiswa PEPI untuk melatih keterampilan manajemen dalam situasi lapangan kerja yang actual.

 496 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?