Tetap di rumah, Perdalam Budidaya Hidroponik

Di tengah merebaknya Virus Corona yang terjadi di beberapa wilayah, kuliah jarak jauh di rumah membuat Ridho mahasiswa program studi tata air pertanian Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mulai menggeluti budidaya hidroponik yang di kelola oleh Riyan Farm yang beralamatkan serang banten.

Pertanian tidak akan berhenti walau Indonesia dilanda wabah virus corona. Selama 3 minggu ridho memperdalam pengetahuan budidaya hidroponik yang didapat kampus dengan praktek di Riyan Farm. Disini kita bisa belajar hidroponik, ibadah dan teleconference dengan dosen serta melaksanakan tugas yang diperintah dosen.

Budidaya hidroponik dengan jenis tanaman pakcoy dan selada yang ada pada Riyan Farm memiliki luas 200 meter dan kapasitas produksi 550 lubang tanam dapat memperoleh panen 15 -20 kg/hari. “Awal munculnya virus corona saja membuat kuwalahan mencari penambung hasil pakcoy, yang biasanya kami order di rumah makan. Dikarnakan virus rumah makan tersebut tutup, namun setelah tiga minggu tanaman pakcoy dapat dijual mengan bantuan gojek dan pemasaran lebih banyak”, tegas ridho saat dihubungi Tim Humas PEPI.

Harapannya setelah usai wabah virus corona, Ridho akan menerapkan budidaya hidroponik yang sempat tertunda di kampus PEPI. Serta pengetahuan yang didapat di Riyan Farm akan dibagikan kepada mahasiswa program studi tata air lain.

Hal senada juga disampaikan Rahmat Hanif Anasiru selaku kepala program studi tata air pertanian menyatakan bahwa semakin berkembangnya teknologi semakin banyak pula pembangunan gedung-gedung besar yang tentu saja memerlukan lahan yang luas. Sehingga saat ini mencari lahan yang luas untuk membudidayakan tumbuhan baik sayuran, buah ataupun bunga cukuplah sulit. Untuk itu saat ini banyak orang yang lebih memilih melakukan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan lahan luas. Bahkan tanaman hidroponik dapat menghasilkan buah atau sayur yang jauh lebih segar dan sehat.

Kementerian pertanian saat ini sedang bereksperimen dengan inovasi model pertanian terbaru selain mekanisasi pertanian yaitu pertanian pintar, pertanian vertikal dan pertanian berkelanjutan. Salah satu inovasi yang di dorong yaitu adalah hidroponik. Hidroponik adalah teknologi budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah dan bahan kimia berbahaya seperti pestisida kimia sintetis.

Rahmat menghimbau kepada mahasiswa/I program studi tata air pertanian yang saat ini berada di rumah atau sedang mengisi waktu dengan memperdalam ilmunya ditempat-tempat pertanian agar lebih mewaspadai pandemi virus corona COVID-19, dengan secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan dengan sabun dan air, pertahankan jarak fisik atau physical distancing setidaknya 1 meter (3 kaki) siapa saja yang batuk atau bersin. (*)

 7 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?