Tanamkan Jiwa Entrepreneur, Kementan Kembangkan Bisnis Smart Farming

Kementerian Pertanian melalui Politeknik Enjininiring Pertanian Indonesia (PEPI) melakukan pengarahan agar generasi milenial dapat menjadi wirausaha tangguh dibidang pertanian. Mendukung hal tersebut PEPI mendorong agar mahasiswanya mampu mengembangkan smart farming.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tekankan generasi milenial dalam penerapan smart farming. Dalam hal ini produktivitas pertanian sangatlah penting, untuk terciptanya pertanian di era 4.0.

“Di era 4.0 ini terdapat lima hal yang harus di pegang oleh pemuda tani milenial yaitu rencana, antusias, ilmu, pengetahuan, keterampilan dan aksi nyata. Jika itu semua ada di genggaman kalian impian mu pasti akan terwujud” ujarnya.

Disisi lain Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa penggunaan teknologi informasi Internet of Things (IoT) dapat memudahkan petani milenial dalam menjalankan bisnis pertanian untuk alumni Polbangtan/PEPI agar tersciptanya job seeker dan job creator.

Petani milenial yang berusia antara 25-44 tahun dapat fokus pada pengelolaan hulu dan hilir pertanian dengan menggunakan inovasi teknologi dari industri 4.0. Dimana petani kolonial yang berusia 54 tahun ke atas dapat fokus pada peningkatan produktivitas di lahan pertanian menggunakan mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan).

Dedi menghimbau agar para petani dapat mengimplementasikan IoT yang dipakai para petani milenial dalam menggerakkan usaha tani. Smart farming didefinisikan sebagai sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara kuantitas dan kualitas, diantaranya adalah Smart Green House, fertigasi berbasis Internet of Things (IoT), Unmanned Aerial Vehicle (UAV), dan The Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) image processing.

Penerapan smart farming dapat memberikan efisiensi biaya dan waktu produksi, peningkatan kualitas dan skala usaha, serta mitigasi iklim melalui penggunaan sumberdaya alam secara bijak.

Bisnis start up pertanian saat ini telah merajalela tentunya berbisnis smart farming/pertanian cerdas dapat menjadi pilihan bagi milenial untuk mengembangkan bisnis berbasis internet of things (IoT).

Untuk mendukung program tersebut, PEPI menyelenggarakan Kuliah Umum yang bertema Inovasi Teknologi Pertanian dalam Upaya Membangun Pertanian Modern yang menghadirikan narasumber pengusaha muda dibidang pertanian, yaitu Syarief Fakhrul Razi dan Dewi Anawati.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya memberikan materi yang cukup menarik yakni inovasi dan SDM juga pengembangan Smart Farming. Kedua topik yang cukup membuat mahasiswa PEPI antusias pada acara kuliah umum yang diselenggarkan di Auditorium Rektorat PEPI.

Dewi Anawati, Direktur PT Kharisma Agri Inovasi salah satu narasumber mengungkapkan saat ini pertanian tengah digencarkan dengan Smart Farming sehingga dirinya beserta tim membangun start-up yang mengembangkan dan menyediakan Agri-Tech 4.0 serta analisis dan manajemen Agri-Data yang berguna dalam membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Agri-Tech 4.0 diharapkan dapat digunakan oleh mahasiwa PEPI baik yang akan lulus ditahun 2022 ataupun yang saat ini masih dalam masa pendidikan. Sehingganya terciptanya Kerjasama antara PEPI dan PT Kharisma Agri Inovasi dalam mencetak generasi milenial yang siap pakai ” ujarnya.

“Saat ini kegiatan pertanian disesuaikan dengan kebutuhan market, caranya adalah kita harus menganalisis terlebih dahulu permasalahan yang ada. Karena saat ini masalah yang dihadapi petani adalah iklim dan cuaca maka dari itu kita harus mampu memenuhi kebutuhan petani salah satu contohnya membuat screen house control dimana screen house tersebut dilengkapi pengaturan suhu kelembapan yang diatur dalam aplikasi yang kami kembangkan,”imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Syarief, Direktur PT Multi Andalan Sejati bahwa inovasi dan SDM tidak dapat terpisahkan sebab, jika hanya ada inovasi dan teknologi namun kualitas sumberdaya manusia tidak terpenuhi maka keduanya tidak dapat berjalan.

“Saya berharap kerjasama yang dilakukan dengan PEPI mampu meminimkan gep antara kebutuhan industri dengan SDM lulusan pertanian, sehingga lulusan PEPI ini kedepannya saya rasa mampu secara tepat guna dan tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan industri pertanian” ujarnya.

 323 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?