Semangat Gotong Royong, Politeknik Enjiniring Kementan Peringati Hari Lahir Pancasila

Dalam rangka membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia [PEPI] melakukan upacara peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2023.

Upacara tersebut sebagai upaya membangun kesadaran mahasiswa dan civitas akademika untuk bersama sama bergotong royong membangun pertanian kedepan sebagaimana

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan sektor pertanian merupakan sektor yang paling strategis dan memiliki peluang terbuka untuk semua kalangan. Pertanian juga sudah terbukti mampu menjadi bantalan ekonomi selama pandemi.

“Oleh karena itu kita berjuang bersama menjaga momentum ini agar tetap membantu masyarakat. Pertanian tidak ada matinya, saya selalu katakana pertanian itu paling hebat karena bisa menghadapi krisis global Terbukti, yang naik disaat covid itu hanya pertanian,” katanya.

Untuk mewujudkannya, Mentan Syahrul meminta kalangan muda yang merupakan generasi penerus pembangunan pertanian dapat memperbaiki cara berpikir dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Anak muda, katanya lagi, harus berani mencoba sesuatu dan memperbaiki apa yang sudah dilakukan. Perbaiki desa sebelum pergi ke kota. Jadikan pertanian sebagai bekal yang paling utama.

“Perbaiki cara berpikirmu, perbaiki konsepmu. Yang kedua ubah mindsetmu bahwa desamu harus lebih aman dari ancaman apapun, kecamatanmu harus aman, kabupatenmu harus lebih aman dan provinsimu harus lebih aman,” katanya.

Mentan Syahrul menambahkan, sejauh ini sektor yang paling siap dalam menghadapi berbagai anacaman adalah sektor pertanian. Pertanian menurut SYL adalah solusi pasti yang ada di depan mata.

“Sekali lagi saya selalu katakan bahwa yang paling siap dalam menghadapi apapun itu hanya pertanian. Pertanian selalu hebat,” jelasnya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan petani milenial terbukti mampu menguasai sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

“Bahkan, mereka berhasil memoderenisasi sektor pertanian semakin maju, mandiri dan modern. Beberapa petani milenial binaan BPPSDMP,” katanya.

Kementan menurut Dedi Nursyamsi telah membuktikan dedikasi mereka dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Petani milenial harus berjiwa wirausaha, profesional dan memanfaatkan teknologi, dalam lini usaha, mereka kreatif, bersemangat dan ditangan mereka, pertanian Indonesia akan makin maju, mandiri dan modern,” tegasnya lagi.

Dedi Nursyamsi meminta agar ribuan petani milenial itu bekerjasama bergotong royong dalam menebar resonansi di daerahnya masing-masing.

“Jika saja satu orang petani milenial mampu menarik 200 orang pemuda di daerahnya, maka Dedi optimistis target 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024 akan tercapai,” katanya.

“Kami akan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Misalnya nanti pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house,” terangnya.

Harmanto Wakil Direktur II Bidang Umum PEPI dalam amanatnya mengatakan bahwa Pancasila merupakan fondasi bagi negara Indonesia dan mengatur prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi pemerintahan, sistem politik, hukum, dan kehidupan masyarakat Indonesia secara umum.

Oleh karena itu dirinya mengajak seluruh civitas terutama para mahasiswa/iPEPI, para pendidik, untuk menjadi teladan, menjadi contoh dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“Pelajar, dosen harus menjadi contoh untuk mengajak seluruh masyarakat bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan pertanian di Indonesia maju, mandiri dan modern serta mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan,” tegas Harmanto.

 308 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?