Selain Brebes, Kabupaten Bekasi Galakkan Produksi Bawang Merah

Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan bawang merah di berbagai wilayah untuk menjaga pasokan berlangsung aman sepanjang tahun. Bulan Juli ini panen bawang merah diperkirakan banyak dilakukan di sentra-sentra utama sepanjang Pantai Utara Jawa. Selain kawasan tersebut, panen raya juga terjadi di daerah-daerah pendukung salah satunya Kabupaten Bekasi.
Seperti yang dilakukan oleh Rita Herawati selaku Koordinator BPP Sukatani penggas penanaman bawang merah di Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah strategis di Jawa Barat. Sering disebut sebagai Kota Industri terbesar di Asia Tenggara. Tak heran, Kabupaten Bekasi terdapat Jumlah pabrik yang beroperasi disebut-sebut sudah menembus 4.000 pabrik.
Program demplot adalah metode penyuluhan langsung kepada petani dengan membuat lahan percontohan untuk mendorong produktifitas dan hasil pertanian, penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang sehingga hasil panen lebih maksimal. BPP Sukatani dan petani melakukan tranformasi dari lahan sawah menjadi budidaya bawang merah dengan varietas Bima Curut dilahan seluas 1 ha membuahi hasil mencapai 16 ton dalam 1 kali panen.
“Berkenaan dengan keberhasilan tersebut, koordinator BPP Sukatani terus memprioritaskan budidaya bawang merah dengan membuat demplot dengan luas lahan 1,8 ha dengan demplot 1 ha di desa sukahurip”, Ujar Rita Herawati selaku Koordinator BPP Sukatani.
Rita herawati mengungkapkan komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, sehingga tidak heran banyak petani yang menggarap komoditas ini sebagai peluang usahan yang menguntungkan.
Diharapkan, Kecamatan Sukatani dapat berpotensi untuk budidya bawang merah sehingga dapat dikembangkan menjadi sentral dan pemenuhan kebutuhan bawang merah kabupaten bekasi.
Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah situasi ketidakpastian saat ini. Dirinya meminta seluruh jajarannya untuk bekerja sepenuh hati dalam memenuhi kebutuhan perut 267 juta rakyat Indonesia, termasuk bawang merah yang merupakan komoditas strategis hortikultura.
“Tidak perlu panik, disaat menghadapi beragam situasi yang kerap sulit diprediksi sekalipun. Soal pangan, toh semua faktor telah diperhitungkan,” ungkapnya.
Mentan juga meminta seluruh jajarannya untuk tetap fokus dalam memenuhi 11 kebutuhan bahan pokok bagi rakyat Indonesia.
“Jangan sampai lengah. Kita pastikan bahwa kekhawatiran berbagai pihak akan terjadinya kelangkaan bahan pangan itu tidak terjadi,” tandasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengingatkan dinamika sektor pertanian berkembang dengan cepat, sehingga penyuluh dituntut meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.”Kinerja penyuluhan kita masih jauh dari harapan, karena kondisinya, kita bisa memaklumi. Namun hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutupi kinerja kita, atau membuat kerja tidak semangat,” kata Dedi.
Dia mengajak penyuluh di pusat maupun di daerah dalam naungan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat kecamatan pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) maupun di tingkat provinsi (Kostrawil) dan kabupaten (Kostrada) untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, khususnya pemupukan berimbang guna meningkatkan produktivitas.
“Penyuluh harus all out. Penyuluh harus memahami mendampingi agar mampu mengimplementasikan pemupuan berimbang. Ini terkait efisiensi penggunaan pupuk,” kata Dedi Nursyamsi.

 272 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?