Ridho, Mahasiswa PEPI yang Salurkan Sayuran ke Toko Mitra Tani Milik Kementan

Kementerian Pertanian memberikan perhatian besar kepada pengembangan pemuda tani milenial dengan harapan dapat mempercepat regenerasi petanidi Indonesia.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peran penting generasi muda milenial dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian sangat diperlukan. Prospektif dan peluang ekspor perlu diprioritaskan untuk peningkatan ekonomi khususnya dibidang pertanian. oleh karena itu dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.

Untuk memastikan akses pangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, Kementerian Pertanian menggandeng Gojek untuk menyediakan jasa belanja pangan bagi masyarkaat tanpa harus keluar rumah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan. “Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia,” tegasnya.

Ridho Mahasiswa program studi Tata Air Pertanian (TAP) Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia tetap eksis melakukan aksi dan berkreasi di tengah wabah Covid-19 bersama Riyan Farm yang beralamatkan serang banten berperan serta menjaga keamanan dan ketersediaan pangan, masyarakat sekitar.

“Kita berupaya meringkas jalur distribusi agar konsumen bisa mendapatkan pasokan sayur segar yang sehat dan terjangkau, apalagi di masa pandemi ini masyarakat diminta tetap di rumah saja, kita melayani pengantaran sampai ke rumah-rumah,” ujar ridho, sapaan akrabnya.

Budidaya hidroponik dengan jenis tanaman pakcoy dan selada yang ada pada Riyan Farm memiliki luas 200 meter dan kapasitas produksi 550 lubang tanam dapat memperoleh panen 15 -20 kg/hari. “Awal munculnya virus corona saja membuat kuwalahan mencari penampung hasil pakcoy, yang biasanya kami order di rumah makan. Dikarnakan virus corona rumah makan tersebut tutup, namun setelah tiga minggu tanaman pakcoy dapat dijual mengan bantuan gojek dan Toko Mitra Tani”, tegas ridho saat dihubungi Tim Humas PEPI.

Dalam distribusi sayuran Ridho mendukung kebijakan pemerintah terkait social distancing, kerjasama ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penghasilan tambahan bagi para ojek online, ia mengaku masyarakat yang membeli pangan di Toko Mitra Tani milik Kementerian Pertanian via Gojek tidak perlu membayar biaya antar, dalam artian ongkos kirim Gojek diberikan secara gratis.

 44 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?