Promosikan Politeknik Enjiniring, Kementan Lakukan Sosialisasi di Aceh

ACEH- Semangat regenerasi petani terus ditumbuhkan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui dunia pendidikan. Salah satunya melalui promosi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang dilakukan di Aceh.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini bahwa saat ini usaha dan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian semakin berkembang.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar Mentan SYL.

Sesuai arahan Menteri Pertanian tersebut, dalam rangka menjalankan amanat untuk menyelesaikan permasalahan pertanian di seluruh Indonesia, perlu adanya generasi milenial yang mampu menggebrak memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa regenerasi sudah wajib dilakukan.

“Saat ini, petani kita didominasi oleh petani usia tua. Jika tidak dilakukan regenerasi, dalam 5 sampai 10 tahun mendatang bisa kekurangan petani,” katanya.

Karena itu, kata Dedi menegaskan, Kementan menggenjot hadirnya petani milenial. “Dan dengan dukungan pendidikan vokasi, bisa mendapatkan petani milenial berkualitas,” tuturnya.

Menjawab arahan Menteri pertanian, PEPI sebagai Pendidikan vokasi pertanian melakukan promosi ke wilayah yang belum atau masih sedikit memiliki keterwakilan mahasiswa dalam menjaring generasi milenial salah satunyanya lewat sinergi dengan Pemerintah Nanggroe Aceh Darusalam (NAD).

Kunjungan ke Pemerintah Provinsi NAD dilakukan langsung oleh Direktur PEPI, Muharfiza, beserta jajaran. Kunjungan ini dilakukan untuk mensosialisasikan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2022.
Kunjungan diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NAD dan jajarannya.

Diketahui, saat ini Mahasiswa PEPI tersebar di 22 Provinsi di Indonesia dengan sebaran yang belum merata.

“Diketahui dari sebaran yang ada pada PMB sebelumnya PEPI memperoleh mahasiswa yang berasal dari Aceh sebanyak 4 orang. Mahasiswa tersebut berasal yang berasal dari SMK PP Kotacane dan Sare. Harapannya dengan melakukan sosialisasi ini terjadi sinergitas yang baik dengan provinsi Aceh untuk dapat menjaring milenial dari SMK/SMA di seluruh kabupaten di Aceh,” ujar Muharfiza.

Selain itu, PEPI juga melakukan sosialisasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, yang diterima oleh Bupati Aceh Besar, Sekretaris Daerah Aceh Besar dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar.

“Tentunya kami menyambut baik hadirnya PEPI pada hari ini sebagai bentuk dukungan pemerintah kabupaten Aceh terhadap sektor pertanian,” ucap Mawardi Ali Bupati Aceh Besar.

“Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, akan mampu meningkatkan minat dan animo calon mahasiswa asal Provinsi NAD serta mampu meningkatkan mutu calon mahasiswa baru (CAMABA) PEPI,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, PEPI diakhir Desember lalu melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan SMKPP Saree perihal Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya Perjanjian Kerjasama ini, diharapkan siswa SMKPP Saree bisa melaksanakan Prakerin di PEPI dan Dosen PEPI bisa menjadi Dosen Praktisi dalam rangka pengabdian kepada masyarakat di SMKPP Saree.

Koordinasi dan sosialisasi ini merupakan penjajakan untuk melakukan Penerimaan Mahasiswa Baru PEPI jalur undangan (anak petani yang berprestasi dan jalur tugas belajar) serta jalur Kerjasama yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2022.

RILIS BPPSDMP – 4 JANUARI 2022
*0003/HUMAS

 520 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?