Program Bertani untuk Negeri, Kolaborasi Politeknik Enjiniring Kementan dan Edu Farmers

SERPONG – Mobilisasi generasi muda untuk memajukan dunia pertanian Indonesia di implementasikan Kementerian Pertanian melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang berkolaborasi dengan Yayasan Edu Farmers International pada program Bertani untuk Negeri.

Melalui program tersebut Mahasiswa Program Studi Tata Air Pertanian PEPI terjun langsung melakukan pengkajian teknologi optimalisasi lahan menggunakan teknik irigasi tetes dan teknik vertigasi hydrosol pada tanaman Jagung di lahan Farm Research Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou, Labuan Toposo, Sulawesi Tengah.

Adanya kolaborasi tersebut diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan dengan melakukan modifikasi teknologi yang adaptif pada lahan yang semula kurang produktif.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan saat ini para generasi muda telah masuk di era teknologi digital sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi. Para generasi muda didorong mengambil peran khususnya dalam bidang pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif. Oleh karena itu, di tangan PEPI negara menyandarkan harapan kehadiran SDM milenial yang kompeten di bidang pertanian.

“Pertanian saat ini tidak sama lagi dengan pertanian sebelumnya. Kita masuk pertanian internet of thinking, menggunakan artificial intelegent, satelit sudah main, pertanian itu keren,” ujar Mentan Syahrul.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyululuhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menuturkan pentingnya peran petani muda.

Dedi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” papar Dedi.

Mahasiswa dalam program ini dilibatkan dengan terjun di masyarakat selama empat bulan mulai dari 7 maret hingga 7 Juni 2023 untuk melakukan instalasi irigasi tetes termasuk vertigasi pada enam petak lahan milik BPP Simaou. Empat petak diantaranya untuk pengujian Teknik irigasi tetes dan dua petak lainnya untuk Teknik aplikasi hydrosol melalui saluran ventury.

Ketua BPP Simou, Livawanti menyambut baik kehadiran mahasiswa PEPI Bersama mentor Edufarm pada program Bertani Untuk Negeri. Sebagaimana memberikan dampak yang positif bagi BPP Simou untuk melakukan penyuluhan kepada para petani khususnya di Kecamatan Labuan.

“Kami cukup terbantu dengan hadirnya mahasiswa PEPI untuk melakukan penelitian disini. Harapannya dapat memberikan banyak informasi kepada para penyuluh untuk disebarkan kepada petani-petani karena petani nantinya akan dilibatkan juga pada penelitian ini dan yang utama adalah informasi yang didapat sangat bermanfaat bagi penyuluh dan petani”papar Livawanti.

Ketua Program Studi Tata Air Pertanian, Rahmat Hanif Anasiru mendukung penuh kegiatan yang di ikuti mahasiswanya. Dirinya mengatakan dengan kegiatan ini mahasiswa lebih menguasai, serta mampu dan terampil dalam penerapan teknologi pertanian, khususnya aplikasi irigasi dan vertigasi.

“Dengan kegiatan ini maka masalah
kekeringan lahan dan keterbatasan skala usaha tani di Kecamatan Labuan Toposo mendorong Kerjasama PEPI, EduFarmers dan BPP Simou untuk dapat menyelesaikan permasalahan Irigasi, khususnya irigasi tetes dan teknik vertigasinya yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman Jagung di lokasi tersebut terutama mendorong penerapan agricultural precession” ungkap Anasiru.

 548 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?