Politeknik Enjiniring Kementan Sambut MFM Agrovet Malaysia Peserta Pelatihan BBPKH Cinagara

Serpong- Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian terima kunjungan 17 17 peserta pelatihan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPKH) Cinagara yang berasal dari MFM Agrovet Malaysia bertempat di ruang rapat senat PEPI, Kamis (07/23).

PEPI sebagai Agriculture Mechanization Center menjadi daya tarik salah satunya MFM Agrovet Malaysia yang sedang melalukan pelatihan Tranfer Embrio di BBPKH Cinagara sejak 23 November-6 Desember 2023.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dengan berdirinya PEPI yang memiliki kurikulum pengembangan mekanisasi pertanian, baik mahasiswa, dosen hingga peneliti dapat menciptakan perlengkapan, khususnya alat berat sektor pertanian dengan seluruh komponen berasal dari dalam negeri.

Amran menyampaikan keinginannya agar kampus PEPI mampu mendorong agar alat dan mesin pertanian yang dihasilkan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 100 persen.

“Mahasiswa ini kami harapkan, kenapa mereka praktik porsinya 70 persen, kami ingin seluruh alat berat diproduksi di PEPI, jadi kandungan lokal 100 persen dalam negeri. Sekarang ada 60 sampai 80 persen kandungan dalam negeri peralatan kita,” ujar Amran

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya bertekad mewujudkan PEPI sebagai universitas berkelas dunia. Melalui PEPI diharapkan dapat mencetak tenaga terampil yang berkompeten di bidang mekanisasi pertanian dan menjadi solusi untuk menggairahkan generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian dengan cara-cara yang modern.

“Untuk mencapai World Class University tersebut, PEPI harus menghasilkan output berkelas dunia dengan dengan pemenuhan sarana prasarana, kurikulum sesuai dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi), TEFA, dosen bekelas internasional, inovasi, kepasitas selalu upgrade pada level internasional, networking dengan asosiasi internasional” ujar Dedi.

Dedi menambahkan PEPI siap menjadi Politeknik Enjiniring bertaraf internasional dengan berbagai sarana prasarana yang dimiliki.
“Untuk mendukung penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian, PEPI telah menerapkan komposisi mencakup 40 % Teori dan 60% Praktik. Karena itu PEPI dilengkapi sarana teaching factory (TEFA) yang sudah berjalan. Hasil-hasil kreativitas PEPI pun beberapa sudah dihasilkan, ” tambahnya.

Direktur PEPI, Muharfiza menyampaikan Indonesia sangat konsen terhadap Pendidikan tinggi vokasi pertanian untuk meningkatkan kapasitas SDM Pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya menunjukan kepada delegasi dari Malaysia kampus PEPI layak dimata internasional, dengan fasilitas yang ada, dimana seluruh insan pertanian baik nasional maupun internasional dapat menempuh pendidikanya di sini.

“Harapannya dari hasil kunjungan tersebut PEPI dapat dikenal secara internasional khususnya Malaysia sehingga menjadi daya tarik untuk SDM pertanian di negara Malaysia untuk menempuh pendidikannya di PEPI” ujarnya.

Salah satu peserta dari MFM Agrovet mengatakanya kesannya hadir di kampus PEPI, bahwa adanya PEPI cukup baik untuk meningkatkan animo anak-anak muda untuk terjun di pertanian dengan fasilitas yang dimiliki.

 322 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?