Petani Tidak Berhenti, Mahasiswa PEPI Menanam Jagung Hibrida

Angka kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami peningkatan dari hari ke hari. Dengan kasus terkonfirmasi yang sudah melebihi angka 2.000. Hal tesebut tidak mebuat petani Jagung Hibrida untuk tidak menanam, minggu (05/04/2020).

Indi Dwi Putra mahasiswa program studi teknologi Mekanisasi pertanian (TMP) Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, memanfaatkan waktu dengan melakukan menanam jagung hibrida dilahan milik orang tua dengan luas1250m² di Ds.Tonggara Kec.Tonggara Kab.Tegal. Tanaman jagung memiliki tinggi yang bervariasi mulai dari 2 meter – 2,5 meter, tangkai batangnya beruas-ruas dengan ukuran sekitar 20cm/ruas, daun jagung tidak memiliki tangkai tetapi memiliki lebar sekitar 9 cm dengan panjang sekitar 120 cm.

“Benih jagung hibrida yang akan ditanam pastikan memiliki mutu yang baik. Benih jagung hibdrida dapat dibeli di toko pertanian. Kemudian, tanamkan pada lubang yang sudah dibuat dengan diisi 2 biji/lubang tanam dan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Maka, bibit akan tumbuh setelah berumur sekitar 4 – 7 hari. Setelah biji jagung tumbuh sekitar 5 cm-10 cm, maka lakukan perawatan secara berkala hingga masa panen tiba, “ tegas Indi saat ngobrol dengan Tim Humas PEPI melalui WA.

Setelah ditanam Lakukan penyiraman secara rutin setiap seminggu sekali atau sesuai kondisi lahan dan cuaca. Lakukan pula penyiangan terhadap gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman jagung dengan interval setiap 2-3 minggu sekali.

Beliau menambahkan pada saat tanaman berumur 1 bulan dilakukan pemupukan menggunakan pupuk NPK dicampur ZA dengan perbandingan 3:1 berbarengan dengan kegiatan penyiangan kedua.

Jagung salah satu komoditas pertanian utama di dunia selain beras dan gandum. Karena itulah sampai sekarang banyak petani di Indonesia yang berupaya untuk membudidayakan jagung. ”Diketahui bahwa jagung mengandung karbohidrat, protein, Vitamin C, vitamin A, Vitamin B6, lemak, dan berbagai mineral lainnya. Banyaknya olahan jagung menjadikan permintaan pasar akan jagung sangatlah tinggi”. Tegas Indri.

Mengapa jagung hibrida, karena merupakan jenis jagung yang mempunyai sifat-sifat unggul seperti mampu bertongkol 2, ukuran biji lebih besar, ukuran tongkol lebih besar, umur lebih pendek dan produktivitas lebih tinggi. Mengakhiri wawancara. (drea)

 5 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?