Peserta Short Course Timor Leste Kementan Uji Coba Penggunaan Alsintan di Lahan Sawah Cisauk

Serpong- Sejumlah delapan peserta short course dari Timor Leste yang diselenggarakan oleh Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian melakukan uji coba penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di lahan sawah Cisauk, Tangerang, Banten. Pada agenda sebelumnya, peserta telah diberikan pendalaman materi terkait tata cara pengoperasian traktor roda dua dan roda empat.
Kegiatan uji coba yang di dampingi oleh dosen PEPI tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepahaman dan keterampilan peserta dalam mengoperasikan alat mesin pertanian. Sehingga output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peserta mampu menguasai penggunaannya untuk mendukung kegiatan pertanian di Timor Leste.

Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Timor Leste dalam penyelenggaraan kegiatan Short Course on Agricultural Machinery and Manufacturing Technology yang digelar pada 6-18 Januari 2024. Tujuan utamanya yakni adalah memperkuat sistem mekanisasi untuk bertransformasi ke pertanian modern dari sistem tradisional di Timor Leste.

Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern dengan alat mesin pertanian salah satunya dengan pemanfaatkan combine harvester.

“Di era kemajuan teknologi saat ini, sudah sewajarnya Indonesia melakukan transformasi pertanian modern, seperti negara lainnya di kawasan Asia maupun Eropa, dan sistem tersebut secara perlahan telah diterapkan petani,” kata Amran

Dia menilai, tranformasi pertanian di bidang pertanian selain dapat meningkatkan produksi pertanian dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi juga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih merata.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung peningkatan SDM dalam dan luar negeri.
Dikatakan Dedi, ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian. Di antaranya adalah bimbingan teknis, short course, pemberdayaan masyarakat, student exchange, expert exchange, summer school, penelitian terapan, maupun kegiatan-kegiatan lain yang mendukung eksistensi institusi di dalam dan luar negeri.
Athoillah Azadi salah satu instruktur mengatakan bahwa praktik penggunaan alsintan sangat penting bagi peserta. Dengan mempraktikkan langsung, peserta dapat memahami cara kerja alsintan dan mengetahui teknik penggunaannya yang benar.
“Praktik penggunaan alsintan ini sangat penting agar peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di lapangan,” ujar Atho.
Disisi lain adanya kegiatan short course ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Timor Leste di bidang pertanian.dimana setelah Kembali ke negaranya para delegasi dapat berkontribusi dalam peningkatkan produktivitas pertanian di Timor Leste.

Athoillah Azadi dosen PEPI yang merupakan instruktur short course mengatakan bahwa penggunaan alsintan sangat penting bagi pengelolaan lahan yang cukup luas. Dalam pengolahan sawah alsintan tersebut cukup menghemat waktu bagi petani. “Salah satu peserta short course menyatakan praktik yang diberikan dalam penggunaan alsintan sangat penting, agar peserta dapat langsung menerapkan ilmu di lapangan,” ujar Atho.
Diharapkan pelaksaan praktik ini dapat diterapkan di negara Timor Leste oleh seluruh peserta short course dan peserta tersebut dapat mengoptimalkan alsintan dalam hal maintenance serta pengoperasionalan.

 122 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?